Kurir Narkoba Bawa 8 Kg Sabu Ditangkap di Jambi

Kurir Narkoba Bawa 8 Kg Sabu Ditangkap di Jambi
ilustrasi narkoba. ( Foto: Dok )
Radesman Saragih / JEM Rabu, 27 November 2019 | 15:28 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Satuan Direktorat Narkotika dan Obat-obat Berbahaya (Dirnarkoba) Polda Jambi memburu bandar besar narkoba yang diduga terkait dengan jaringan pengedar narkoba internasional. Sekitar 8 kilogram (kg) narkoba jenis sabu-sabu dan 50.218 butir pil ekstasi yang diduga milik bandar narkoba tersebut berhasil diamankan dari dua orang kurir narkoba.

“Kami masih memburu bandar narkoba yang diduga menjadi pemilik barang bukti 8 kg sabu-sabu dan 50.218 butir pil ekstasi. Bandar narkoba tersebut diperkirakan masih berada di wilayah Sumatera. Identitas bandar narkoba tersebut sudah diketahui. Sedangkan dua kurir narkoba yang terkait dengan jaringan bandar narkoba tersebut, AB (45) dan CS (40) masih ditahan dan diperiksa di Polda Jambi,” kata Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS didampingi Dirnarkoba Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eka Wahyudianta dimarkas Polda Jambi, Kota Jambi, Selasa (26/11/2019).

Menurut Muchlis AS, dua kurir narkoba berhasil ditangkap Satuan Dirnarkoba Polda Jambi ketika hendak mengedarkan sabu-sabu dan ekstasi di Kota Jambi, Minggu (24/11/2019). Dari kedua kurir narkoba tersebut berhasil disita sabu-sabu sekitar 8 kg dan pil ekstasi sekitar 50.218 butir. Kedua kurir narkoba tersebut, AB dan CS membawa ekstasi dan pil ekstasi tersebut dari Aceh untuk diedarkan di Jambi. Sebelum kedua tersangka sempat mengedarkan narkoba tersebut, keduanya berhasil diamankan petugas.

“Hasil penyelidikan kami, seluruh sabu-sabu dan ekstasi yang dibawa kedua tersangka berasal dari Malaysia. Narkoba tersebut masuk ke Indonesia diduga melalui Aceh dan diedarkan melalui jalur Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera menggunakan bus penumpang,”ujarnya.

Dijelaskan, kedua kurir narkoba yang berasal dari Aceh tersebut akan diijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. 

 



Sumber: Suara Pembaruan