Pensiunan Meningkat, Jateng Kekurangan 20.000 Guru

Pensiunan Meningkat, Jateng Kekurangan 20.000 Guru
Ilustrasi guru honorer. ( Foto: BeritaSatu Photo / Fatima Bona )
Stefi Thenu / JAS Rabu, 27 November 2019 | 23:12 WIB

Semarang, Beritasatu.com- Meningkatnya jumlah guru setiap tahun, berbuntut Jawa Tengah kekurangan sekitar 20.000 guru untuk tingkat SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB) negeri.

“Setiap tahun jumlah guru ASN tingkat SMA, SMK, dan SLB yang pensiun rata-rata 1.600 orang, akibatnya kita kekurangan guru,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, di Semarang, Rabu (27/11/2019).

Menurut Jumeri, kekurangan guru berstatus ASN itu sulit diatasi, karena sejak 2015 dilakukan moratorium atau penghentian rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru.

Untuk menutup kekurangan guru ASN, kata Jumeri, dengan memperbantukan guru tidak tetap (GTT) dan guru honorer ke sekolah negeri.

“Pak Gub (Ganjar Pranowo) pernah meminta diskresi ke pemerintah pusat agar Jateng bisa merekrut guru ASN, tapi tidak bisa,” ujar Jumeri.

Dijelaskan, jumlah guru ASN saat ini tercatat sebanyak 28.000 orang, GTT 12.423 orang, dan pegawai tidak tetap (PTT) 10.660 orang.

“Pada rekrutmen CPNS 2019, kami mendapatkan kuota 552 guru,” ujarnya.

Berdasarkan data Disdikbud Jateng, dari jumlah SMA sebanyak 862 sekolah negeri dan swasta, kebutuhan guru sebanyak 30.028 guru terdiri atas 22.455 guru negeri dan 7.573 guru swasta.

SMK dari sebanyak 1.585 sekolah negeri dan swasta, kebutuhan guru sebanyak 45.636 guru, terdiri atas 16.014 guru negeri dan 29.622 guru swasta.

Untuk SLB dari 172 sekolah negeri dan swasta, kebutuhan guru sebanyak 2.987 guru terdiri atas 1.301 guru negeri dan 1.686 guru swasta. 



Sumber: Suara Pembaruan