Dugaan Plagiat, Rektor Unnes Diperiksa Senat Akademik UGM

Dugaan Plagiat, Rektor Unnes Diperiksa Senat Akademik UGM
Ilustrasi plagiarisme. (Foto: Istimewa)
Fuska Sani Evani / FMB Kamis, 28 November 2019 | 11:02 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Senat Akademik (SA) Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta keterangan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman atas laporan dugaan plagiarisme disertasinya saat menempuh program doktoral di UGM, pada Rabu (27/11/2019).

Tujuh orang Tim SA UGM menggali informasi tentang proses pembuatan disertasi Fathur Rokhman yang berjudul "Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas".

Disampaikan Ketua Tim SA UGM Prof Hardyanto, tim mengklarifikasi aduan yang diterima dari masyarakat, atas kecurigaan kesamaan disertasi milik Fathur dengan skripsi mahasiswa yang dibimbingnya.

Menurut Prof Hardyanto, Tim masih merumuskan dan belum bisa mengeluarkan keputusan

“Kami hanya mendengarkan dulu,” katanya, Rabu (27/11/2019).

Setelah mengundang saksi-saksi dan klarifikasi dari teradu, tim akan menunggu apakah masih dibutuhkan saksi lain atau tidak, setelah keterangan saksi dirasa cukup, tim baru akan menggelar sidang pleno. Menurut Prof Hardyanto, proses masih berada di tangan Dewan Kehormatan Universitas (DKU) yang memeriksa hasil karya disertasi Fathur dengan membandingkan skripsi mahasiswa bimbingannya. Hasilnya, untuk sementara, ditemukan beberapa kesamaan. Namun persamaan yang ditemukan tidak serta merta langsung dinyatakan sebagai plagiarisme

“Harus dilihat berapa persen tingkat persamaannya. Kalau hasil karyanya ternyata mirip 90 persen ya plagiat. Kalau pelanggarannya berat ya bisa saja dicabut gelarnya, kalau ringan bisa tidak naik pangkat,” ujarnya.

Muhtar Hadi Wibowo, kuasa hukum Fathur Rokhman, mengatakan tuduhan plagiarisme yang dialamatkan kepada kilennya adalah cerita fiktif dan kampanye kebohongan yang dibangun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia juga menampik kliennya menjiplak skripsi mahasiswa.

Tim kuasa hukum Fathur Rokhman akan menempuh berbagai cara untuk membersihkan nama baik kliennya. “Akan kami tempuh upaya hukum atau kekeluargaan,” kata dia.

Dugaan plagiat itu pun sempat dibantah otoritas Unnes melalui Kepala UPT Humas Unnes, Muhammad Burhanudin, lewat pernyataan ke publik pada 9 Agustus lalu. Tuduhan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak sesuai dengan dokumen asli disertasi Fathur Rokhman. Pihaknya bahkan mencocokkan setiap halaman disertasi Fathur Rokhman (yang disebut memuat plagiarisme) dengan skripsi mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, bernama Nefi Yustiani yang berjudul Kode dan Alih Kode Dalam Pranatacara Pernikahan di Banyumas. 



Sumber: Suara Pembaruan