Publikasikan Mahasiswa Terpapar Radikalisme, Dosen Ini Dicopot dari Ketua LP3M Unej
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (0.17)   |   COMPOSITE 6338.51 (22.59)   |   DBX 1329.17 (11.41)   |   I-GRADE 184.48 (-0.11)   |   IDX30 515.715 (0.85)   |   IDX80 138.838 (0.12)   |   IDXBUMN20 409.612 (-0.8)   |   IDXESGL 142.422 (-0.31)   |   IDXG30 145.816 (-0.71)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.86)   |   IDXQ30 147.765 (0.15)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.45)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.59)   |   IDXV30 136.758 (0.21)   |   INFOBANK15 1078.32 (-5.21)   |   Investor33 444.53 (0.41)   |   ISSI 183.756 (1.1)   |   JII 631.17 (2.72)   |   JII70 223.177 (0.34)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.84)   |   LQ45 967.718 (0.61)   |   MBX 1724.61 (4.67)   |   MNC36 328.799 (0.44)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.81)   |   SMInfra18 313.342 (2.15)   |   SRI-KEHATI 378.358 (0.03)   |  

Publikasikan Mahasiswa Terpapar Radikalisme, Dosen Ini Dicopot dari Ketua LP3M Unej

Kamis, 28 November 2019 | 12:31 WIB
Oleh : Aries Sudiono / JEM

Jember, Beritasatu.com - Rektor Universitas Negeri Jember (Unej) Moh Hassan menegaskan, pernyataan Akhmad Taufiq, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang memublikasikan hasil penelitiannya bahwa 22% dari 15.567 orang mahasiswa Unej terpapar radikalisme, adalah melanggar sumpah jabatan dan perintah pimpinan.

Karena itu, pihaknya sebagai pimpinan terpaksa mencopot Akhmad Taufiq dari jabatan sebagai ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unej. Sebagai penggantinya dilantik Bambang Sujanarko, dosen Fakultas Teknik Unej.

“Yang bersangkutan (Akhmad Taufiq) melanggar sumpah jabatan dan perintah pimpinan untuk tidak memublikasikan data hasil pemetaan radikalisme mahasiswa Unej ke publik, karena pemetaan itu untuk kepentingan internal guna pengambilan langkah antisipasi dini,” kata Moh Hassan menjawab wartawan seusai melantik Bambang Sujanarko sebagai ketua LP3M Unej, Rabu (27/11/2019). Bambang Sujanarko merupakan mantan rival Moh Hassan dalam pemilihan Rektor Unej 2017.

Moh Hassan yang kini memangku jabatan rektor periode kedua itu mengaku sudah menegur Akhmad Taufiq, karena pemetaan itu merupakan tugas rahasia sebagai bahan kebijakan internal lembaga. Sebab, jika sampai dipublikasikan, maka bisa berdampak menimbulkan rasa cemas dan was-was orang tua mahasiswa.

“Seharusnya yang bersangkutan mampu mengelola informasi dengan benar agar tidak menimbulkan image buruk bagi lembaga perguruan tinggi dan mencemaskan para orang tua mahasiswa Unej,” tandas Moh Hassan.

Dikatakan, pihaknya juga masih tidak percaya atas hasil temuan penelitian itu, karena instrumen yang dipakai pemetaan belum pernah diuji sehingga validitasnya patut diragukan.

Sementara Akhmad Taufiq mengaku memaparkan hasil penelitian dan pemetaan radikalisme di kalangan mahasiswa di kampus tempatnya mengabdi pada tahun 2017/2018 lalu.

“Terkait pemberhentian saya sebagai ketua LP3M Unej, tidak apa-apa. Itu sah-sah saja. Sebab, pengangkatan maupun pemberhentian jabatan merupakan kewenangan rektor Unej. Jadi tidak ada masalah terkait dengan fakta hasil pemetaan yang menyebutkan demikian,” ujar Akhmad Taufiq yang dikonfirmasi, Rabu (27/11/2019) malam.

Ia juga mengaku sama sekali tidak sakit hati. Ia menyatakan legawa dengan kebijakan rektorat mencopotnya dari ketua LP3M. Pemberhentian jabatannya merupakan hal yang wajar dan kewenangan tersebut merupakan otoritas dari Rektor Unej. Namun, apabila hasil studi pemetaan tentang radikalisme di kalangan mahasiswa Unej itu dikatakan sebagai informasi tidak benar, maka dirinya tidak terima.

“Itu baru akan menjadi masalah karena ada perlawanan dari gerakan antiradikalisme di Unej,” tandas dia.

, pemaparan hasil penelitian LP3M Unej itu secara substansial sebenarnya untuk memberi tanggapan substantif atas temuan riset yang dilakukan INFID Jakarta, yang menyatakan ada 10 perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar radikalisme. Ada yang ditunjukan aktivitas merakit bom, pelatihan militer, razia syariah, dan keterlibatan mahasiswa pada organisasi terlarang HTI.

“Semua ini merupakan kondisi yang dapat dikatakan krusial dan akut. Karena kondisi demikian itu hampir terjadi di seluruh PTN dengan frekuensi yang berbeda, maka gerakan radikalisme itu sudah dapat dikategorikan terstruktur, sistematik, dan massif,” ujar Akhmad Taufiq.

Terkait hal itu, ia kemudian merekomendasikan tiga langkah. Pertama, pentingnya secara substantif pendidikan multikultural untuk mengembangkan sikap toleransi dan inklusivitas.

Kedua, keterlibatan semua pihak untuk mengatasi permasalahan radikalisme, karena mengatasi radikalisme tidak cukup hanya melibatkan struktur berbasis negara.

Ketiga, dalam tataran perguruan tinggi, pentingnya perhatian secara khusus dan komitmen kepemimpinan yang tegas, untuk tidak memberi ruang bagi tumbuhnya gerakan radikalisme di kampus.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Serahkan 80 WNA Pelaku Penipuan Online ke Imigrasi

Polisi menyerahkan WNA pelaku penipuan online kepada pihak imigrasi untuk kemudian dideportasi ke negaranya, Tiongkok.

NASIONAL | 28 November 2019

Dugaan Pidana, Staf Khusus Wapres Mengaku Hanya Jadi Saksi

Seperti diberitakan sebelumnya Hakim dilaporkan dalam kasus dugaan pemerasan dan pungutan liar atau pungli perpanjangan akreditasi sertifikasi halal MUI.

NASIONAL | 28 November 2019

Mensos: Kemiskinan Akar Radikalisme dan Terorisme

Radikalisme dan terorisme akarnya adalah dari kemiskinan. Sehingga yang harus diperangi bersama itu kemiskinan, bukan orangnya.

NASIONAL | 28 November 2019

6 Desember, PDI-P Jateng Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

PDI-P Jawa Tengah membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah di 21 kabupaten/kota untuk Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020.

NASIONAL | 28 November 2019

Mensos Beri Apresiasi untuk Suara Pembaruan

Kementerian Sosial memberikan apresiasi atas kinerja dan dedikasi sumber daya manusia (SDM) serta lembaga dalam mendukung transformasi Program Keluarga Harapan.

NASIONAL | 28 November 2019

Era Digital, Kempora Gandeng Dilo dan Telkom Gelar Workshop

Workshop diharapkan bisa meningkatkan sinergi kegiatan antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota/Provinsi dengan DILo yang kini sudah ada di 17 Provinsi.

NASIONAL | 28 November 2019

Sekolah SPK Pribadi Bandung Bantu Siswa Kenali Bakat Sejak Dini

Selain proses belajar mengajar akademis, sekolah juga memiliki tanggungjawab untuk membantu para siswa menemukan dan mengembangkan bakatnya.

NASIONAL | 28 November 2019

Komisi III: Dewan Pengawas Hadir untuk Selaraskan Kinerja KPK

Keberadaan dewan pengawas tidak akan mengganggu independensi KPK, karena mereka merupakan bagian internal dari kelembagaan KPK.

NASIONAL | 28 November 2019

KPK Geledah Rumah Bupati Lingga Terkait Korupsi Penerbitan IUP di Kotim

Dua perusahaan tersebut diduga mendapat IUP dari Supian Hadi selaku Bupati Kotawaringin Timur secara melawan hukum.

NASIONAL | 28 November 2019

Dugaan Plagiat, Rektor Unnes Diperiksa Senat Akademik UGM

Tim mengklarifikasi aduan yang diterima dari masyarakat, atas kecurigaan kesamaan disertasi milik Fathur dengan skripsi mahasiswa yang dibimbingnya.

NASIONAL | 28 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS