UHN Peringkat 2 PTS Terbaik di Sumut

UHN Peringkat 2 PTS Terbaik di Sumut
Janpatar Simamora. ( Foto: Suara Pembaruan / Arnold Almoan )
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 28 November 2019 | 13:29 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengumumkan peringkat perguruan tinggi berbasis kinerja penelitian. Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan berhasil menduduki jajaran 100 perguruan tinggi terbaik secara nasional, yakni menempati peringkat 96, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTNS).

Bahkan yang lebih membanggakan lagi, UHN berhasil lompat klaster menjadi Klaster Utama dari sebelumnya berada di klaster binaan. Di tingkat Sumatera Utara, Universitas HKBP Nommensen Medan menempati PTS terbaik peringkat kedua.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHN, Janpatar Simamora melalui siaran persnya yang diterima Suara Pembaruan, Kamis (28/11/2019). Menristek mengumumkan itu dalam acara "Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi Tahun 2016-2018” di Gedung II BPPT Jakarta, Selasa (19/11/2019) kemarin.

Janpatar mengatakan, ada dua catatan menggembirakan dari prestasi tersebut. Pertama, UHN menorehkan sejarah pertamanya masuk dalam jajaran 100 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia. Kedua, UHN berhasil melakukan lompat klaster sebanyak 2 klaster dimana saat ini berhasil menyabet Klaster Utama, dari sebelumnya klaster binaan. "Sangat jarang perguruan tinggi yang mampu meraih prestasi ini," katanya.

Dalam meraih prestasi itu, sambung pakar hukum tata negara ini, UHN melalui tim LPPM , sudah mempersiapkan diri untuk memenuhi berbagai kelengkapan dan kebutuhan kinerja penelitian sebagaimana ditentukan Kemenristekdikti, setahun sebelumnya. Dalam penelitian demi menunjang peringkat UHN itu, Janpatar dibantu tim LPPM yakni, Nancy Nopeline, Alida Simanjuntak, Mori Rajagukguk dan Rona Panjaitan.

“Awalnya, kami hanya menargetkan UHN naik 1 klaster dari binaan menjadi Madya, namun berkat dukungan pimpinan universitas, seluruh dosen dan pegawai target lompat klaster coba kami pelajari secara mendalam. Hasilnya UHN benar-benar lompat klaster menjadi Klaster Utama.” kata Janpatar.

Janpatar yang juga merupakan Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum UHN ini menyampaikan, ada 4 indikator utama penilaian yang harus dipersiapkan secara matang, meliputi sumber daya penelitian, baik dosen maupun staf pendukung dan manajemen penelitian.

Pertama, sumber daya penelitian, baik dosen maupun staf pendukung. Kedua, manajemen penelitian. Ketiga, luaran penelitian seperti buku, publikasi ilmiah dan produk kebijakan. Keempat, revenue generating. Seluruh indikator dimaksud harus dilengkapi dengan bukti pendukung untuk kemudian dilaporkan secara online melalui Simlitabmas.

“Untuk mempertahankan prestasi ini tidak mudah, dibutuhkan dukungan pendanaan yang kuat dari universitas dan yayasan serta dorongan kepada dosen untuk terus berkarya," ungkapnya.

Dengan prestasi tersebut, kata doktor hukum lulusan Universitas Padjadjaran ini, maka untuk 3 tahun ke depan, UHN mendapat kesempatan mengelola dana penelitian hingga Rp 15 miliar per tahun serta dapat mengajukan reviewer nasional penelitian. Artinya, naiknya klaster UHN akan berdampak positif pada peningkatan dana penelitian yang dapat dikelola dari pemerintah.

Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan Haposan Siallagan sangat bergembira dengan dengan torehan prestasi yang dicatatkan LPPM UHN ini.

“Ini prestasi luar biasa dan sangat membanggakan, terlebih kami berhasil lompat klaster menjadi Klaster Utama” sambungnya. Peringkat perguruan tinggi Berbasis Kinerja Penelitian ini tertuang dalam Surat Dirjen Risbang No./850/E2.4/Rs.04/2019 Tanggal 19 November 2019.

Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam Klaster Mandiri, 146 perguruan tinggi Klaster Utama, 479 perguruan tinggi Klaster Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi Klaster Binaan dengan jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi.

 



Sumber: Suara Pembaruan