Maruarar: Harus Ada Edukasi Cinta Negara Sejak Dini

Maruarar: Harus Ada Edukasi Cinta Negara Sejak Dini
Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait ( Foto: BeritaSatu TV )
Hotman Siregar / RSAT Jumat, 29 November 2019 | 07:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dua orang siswa penganut keyakinan saksi-saksi Yehuwa (Jehovah Witnesses) yang menolak untuk menghormat ke Sang Saka Merah Putih harus ditindak tegas.

"Kasus seperti ini tak boleh dibiarkan terjadi," kata tokoh nasional yang juga tokoh Kristen, Maruarar Sirait, saat dihubungi di Jakarta, Kamis, (28/11/2019).

Diketahui, dua SMPN 21 Batam itu tidak mau menghormat kepada bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. Dua siswa ini pun akhirnya dikeluarkan sebab setelah dibina sejak setahun lalu tak membuahkan hasil sama sekali.

Menurut Maruarar, dua siswa ini mendapatkan pendidikan yang salah. Dan karena itu pula, pendidikan soal kebangsaan, cinta Tanah Air, serta toleransi sangat penting sejak usia dini. Nilai-nilai itu harus sudah mulai diajarkan sejak TK atau SD.

"Harus ditindak tegas. Namun ini juga harus menjadi perhatian kita semua. Harus ada edukasi sehingga tak terjadi lagi," ungkapnya.

Maruarar mengatakan bagi seorang Kristiani, maka harus menjadi orang yang mencintai Tanah Airnya. Orang Kristen harus mengabdi pada Tuhan yang Maha Kuasa, serta di saat yang sama harus pula menjadi seorang nasionalis sejati yang berjuang demi bangsa dan Tanah Airnya.

Maruarar menambahkan bahwa banyak pula pahlawan Indonesia yang beragama Kristen. Sebut saja misalnya, Sam Ratulangi, Robert Wolter Monginsidi, Alexander Andries Maramis, Johannes Leimena, Ignatius Joseph Kasimo, dan masih banyak yang lainnya.

"Mereka adalah orang Kristen yang berjuang demi berdiri dan tegaknya Indonesia raya sehingga menjadi pahlawan nasional," jelas Ara sapaan Maruarar.

Tokoh nasional ini juga menekankan bahwa Indonesia dibangun di tas berbagai suku, agama, dan keyakinan. Karena itu satu sama lainnya harus saling menghormati dan saling menebar toleransi.

"Kita harus bersatu di atas-atas perbeedaan-perbedaan itu," pungkas  Maruarar.



Sumber: Suara Pembaruan