Menhub Galang Dukungan untuk Pencalonan Indonesia di IMO

Menhub Galang Dukungan untuk Pencalonan Indonesia di IMO
Resepsi diplomatik International Maritime Organization (IMO) juga diisi dengan pertunjukan seni budaya Indonesia, Rabu, 27 November 2019. ( Foto: Kemenhub / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 29 November 2019 | 15:40 WIB

LONDON, Beritasatu.com - Guna terus mengembangkan pelayaran, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta dukungan negara anggota International Maritime Organization (IMO) untuk pemilihan Indonesia kembali sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C 2020-2021.

“Sejak menjadi anggota IMO tahun 1961, Indonesia telah secara aktif memberikan kontribusi di dunia maritim dengan menunjukkan komitmennya mengimplementasikan berbagai macam instrumen legal IMO untuk memperkuat keselamatan dan keamanan pelayaran," ujar Budi di resepsi diplomatik di Church House Westminster, London, Rabu (27/11/2019).

Ia percaya keanggotaan di dewan IMO dapat melanjutkan kerjasama dalam upaya menciptakan pelayaran yang berwawasan lingkungan daengan mengurangi pencemaran udara.

“Upaya ini antara lain dapat dilaksanakan dengan cara mengoperasikan eco-park, memodernisasikan armada kapal, serta memperbaiki pengawasan lingkungan terhadap armada pelayaran,” tambahnya.

Tak hanya itu, Budi juga mengumumkan pencalonan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Indonesia sebagai eksternal auditor IMO 2020-2023. 

“Dengan pengalaman bergengsi BPK menjadi eksternal auditor di International Atomic Energy Agency (IAEA), kami yakin BPK dapat bekerja dengan profesional dan cost-efficient sebagai anggota IMO,” ujarnya.

Indonesia berkomitmen untuk meneruskan kerjasama yang baik dengan IMO di dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman dan ramah lingkungan.

“Oleh sebab itu, saya meminta dukungan negara-negara anggota IMO untuk memilih Indonesia di pencalonan dewan IMO Kategori C periode 2020-2021 dan juga sebagai eksternal auditor IMO periode 2020-2023,” tutup Budi.

Adapun resepsi diplomatik ini dihadiri oleh Sekjen IMO, Kitack Lim dan perwakilan negara-negara anggota lainnya. Perwakilan Indonesia juga turut hadir yakni Wakil Ketua BPK Agus Joko Purnomo, Wakil Sekretaris Kabinet Ratih Nurdiati dan Duta Besar Inggris Rizal Sukma, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Adam Mulawarman Tugio.

Tak hanya itu, turut hadir Dirjen Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, Utusan Khusus Menhub untuk IMO Laksamana (purn) Marsetio, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Atase Perhubungan RI untuk London, Lollan Panjaitan, PT. Pelindo II, PT. Biro Klasifikasi Indonesia, PT. Pelni, serta DPP INSA.



Sumber: PR