Tahun 2020, Unika Santu Paulus Ruteng Buka Studi Hukum

Tahun 2020, Unika Santu Paulus Ruteng Buka Studi Hukum
Sekretaris Jendral MK, Guntur Hamzah (kedelapan dari kanan) foto bersama wartawan di Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat (29/11/2019). (Foto: beritasatu.com / Willy Grasias)
Willy Grasias / EHD Jumat, 29 November 2019 | 00:00 WIB

Ruteng, Beritasatu.com – Kalau tidak ada aral melintang, pada 2020, Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NNT) membuka Fakultas Hukum (FH). “Universitas ini belum mempunyai Fakultas Hukum, semoga dengan kerja sama ini, kami berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) menfasitasi kami agar proses perizinan cepat, sehingga tahun akademik 2020 nanti Fakultas Hukum sudah bisa dibuka di universitas ini,” kata Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Romo Yohanes B.Lon.

Romo John, demikian panggilan Yohanes B.Lon mengatakan itu saat menerima kedatangan Ketua MK, Anwar Usman, Sekretaris Jendral MK, Guntur Hamzah beserta jajarannya di Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Jumat (29/11/2019).

Anwar Usman dan Guntur Hamzah mendatangi pihak Unika Santu Paulus untuk melakukan penandatanganan kerja sama agar Unika Santu Paulus menjadi Friends of the Court MK atau Sahabat MK dalam mensosialisasikan hukum dan undang-undang kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Romo John berterima kasih kepada MK atas terpilihnya perguruan tinggi yang dipimpinnya menjadi Friends of the court MK atau Sahabat MK.

“Atas nama Civitas Akademika Unika Santu Paulus Ruteng, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Sebab selain Universitas Negeri Nusa Cendana di Kupang, Unika Santu Paulus adalah universitas swasta pertama yang akan menanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan MK sebagai lembaga negara pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk melaksanakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan,” kata Romo Jhon.

Romo John berharap, MK memfasilitas jika universitas tersebut akan mendirikan Fakultas Hukum yang sedang sekarang proses perizinannya masih diproses.

Guntur Hamzah mengatakan, sesuai kewenangan yang mereka miliki pasti membantu, sehingga MK kembali dapat merealisasikan penguatan kerja sama kelembagaan dengan mitra MK, yakni Unika Santu Paulus Ruteng.

“Bagi MK kerja sama dengan perguruan tinggi bukan lagi merupakan tuntutan, melainkan menjadi kebutuhan dan keniscayaan dalam rentan perjalanan MK,” kata dia.

Menurut Guntur, MK sebagai salah satu lembaga negara merupakan pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk melaksanakan peradilan guna menegakan hukum dan keadilan. “Pada hari ini sepakat menandatangani nota kesepahaman tentang peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara,” kata dia.

Ia mengatakan, terpilihnya Unika Santu Paulus Paulus Ruteng menjadi Friends of the court MK atau Sahabat MK karena Unika Santu Paulus Ruteng mampu untuk menjadi mitra MK dalam mendekatkan pelayanan hukum kepada masyarakat. “Untuk itu di tempat ini akan mempunyai tempat “ Pojok MK” sebagai tempat terdekat untuk layanan informasi MK,” kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan, pesan terpenting dari penandatangan MoU ini ialah MK senantiasi memiliki intensi yang kuat untuk terus berkolaborasi, bersinergi, dan bekerja dengan perguruan tinggi, dalam hal ini Unika Santu Paulus Ruteng. “Nota kesepahaman itu juga akan merefleksikan komitmen dua lembaga ini untuk saling mendukung dan memperkokoh kedudukan masing – masing sesuai dengan koridor,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com