Hadapi Pilkada Serentak, Ketua KPU Ingatkan Tiga Hal Ini kepada Jajarannya

Hadapi Pilkada Serentak, Ketua KPU Ingatkan Tiga Hal Ini kepada Jajarannya
Para Komisioner KPU RI, KPU se-Jawa Tengah dan para jurnalis di acara Rakor Persiapan Pilkada Serentak KPU Provinsi Jawa Tengat, di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (29/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / JAS Sabtu, 30 November 2019 | 04:45 WIB

Purwekerto, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengingatkan jajarannya agar terus membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. Menurut Arief, ada tiga hal yang perlu dilakukan jajarannya agar publik tetap memiliki kepercayaan kepada penyelenggaraan pemilu.

"Caranya yang pertama adalah kerja transparan. Jangan sampai ada di antara kita yang tidak transparan kerjanya," ujar Arief di acara Rakor Persiapan Pilkada Serentak KPU Provinsi Jawa Tengat, di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (29/11/2019).

Arief mengatakan jika publik tahu apa yang dikerjakan KPU, maka tidak ada orang yang berprasangka buruk atau menduga ada sesuatu yang disembunyikan terhadap KPU sehingga memunculkan kepercayaan kepada KPU dan penyelenggaraan pemilu. Namun, jika KPU melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi, maka publik akan menaruh curiga yang pada akhirnya menciptakan ketidakpercayaan.

"Kalau orang tidak percaya terhadap penyelenggaraannya dia tidak akan dipercaya dengan hasilnya. Kalau dia tidak percaya terhadap hasilnya, maka hasilnya akan menimbulkan konflik. Jadi sebenarnya konflik itu karena orang tidak percaya terhadap kita. Tapi kalau orang percaya, maka orang akan menerima hasilnya. Kalau orang bisa menerima hasilnya, tidak akan ada konflik, maka itu dimulai dari kita," terang dia.

Kedua, lanjut Arief, jajaran KPU harus bekerja profesional, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Karena itu, kata dia, jajaran KPU harua memahami benar makna dari pemilu, penyelenggara pemilu dan regulasi yang mengatur pemilu termasuk peraturan-peraturan teknisnya.

"Ketiga, berintegritas, yaitu bekerja sesuai aturan. Jangan belok kanan, belok kiri. Kalau tiga hal ini dikerjakan dengan baik maka yang didapat adalah pemilu yang berkualitas," tandas dia.

Lebih lanjut, Arief mengatakan KPU daerah harus sudah siap menyelenggarakan pemilu. Sampai tahapan sekarang, kata dia, kesiapan tersebut harus mencakup tiga hal, yakni kesiapan regulasi, sumber daya manusia, dan anggaran.

Sementara Ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan pihaknya sudah siap menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 di 21 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Anggaran pilkada di 21 Kabupaten/Kota yang tertuang dalam NPHD, kata dia semuanya sudah ditandatangani.

"Kesuksesan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 di Jawa Tengah harus kita lanjutkan di Pilkada Serentak 2020. Kami (KPU Provinsi) akan terus memantau proses persiapan, anggaran dan sosialisasi untuk pilkada serental 2020 di tingkat kabupaten/kota," pungkas Yulianto. 



Sumber: BeritaSatu.com