Serapan Dana Pemulihan Badai Siklon di Bantul Minim

Serapan Dana Pemulihan Badai Siklon di Bantul Minim
Ilustrasi Rupiah. (Foto: BeritaSatu Photo / David Gita Roza)
Fuska Sani Evani / WBP Sabtu, 30 November 2019 | 10:22 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Dana pemulihan bencana siklon tropis Cempaka tahun 2017 Bantul sebesar Rp 64 miliar pada 2019 hanya terserap Rp 7 miliar atau masih tersisa Rp 57 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daruyanto, Jumat (29/11/2019) menjelaskan, dana itu belum digunakan, karena proyek perbaikan fasilitas yang rusak akibat bencana, gagal dilelang. “Ada beberapa kegiatan yang gagal lelang, seperti pekerjaan jembatan,” kata Dwi Daruyanto.

Dia mengatakan, dana sebesar Rp 57 miliar, sudah dianggarkan untuk memperbaiki lima jembatan yang rusak diterjang siklon tropis Cempaka. Kelimanya adalah Jembatan Gedung Jati Imogiri, Jembatan Kiringan Jetis l, Jembatan Gayam Pleret, Jembatan Benyo Pajangan, dan Jembatan Dzikrul Ghofilun Kasihan.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu satu tahun, karena membutuhkan perencanaannya matang. Proses perencanaan pembangunan jembatan butuh waktu mulai penyusunan desaian engineering detail (DED). “Bukan kategori mangkrak, tetapi kami perpanjang waktuanya sampai 2020 nanti," kata Dwi.

Dikatakan, BPBD Bantul sudah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperpanjang masa perbaikan jembatan sampai 2020 mendatang. Selian itu, DPRD Bantul sudah mengizinkan menggunakan dana tersebut tahun depan.

Sementara untuk perbaikan 40 rumah tipe 36 sudah dilakukan.

Diketahui, proyek pembangunan lima jembatan itu direncanakan masuk dalam lelang dini, dan segera masuk Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) berbasis web pada Desember, sehingga masyarakat bisa mengakses.

Sementara, dana pemulihan bencana siklon tropis Cempaka dari BNPB itu cair pada Desember 2018 dan baru bisa digunakan pada 2019.



Sumber: Suara Pembaruan