Antisipasi HUT OPM, 700 Personel TNI/Polri Amankan Jayapura

Antisipasi HUT OPM, 700 Personel TNI/Polri Amankan Jayapura
Personel Brimob. (Foto: Antara/Iggoy El Fitra)
/ CAH Sabtu, 30 November 2019 | 20:40 WIB

Jayapura, Beritasatu.com  - Sebanyak 700 personel gabungan TNI-Polri siap mengamankan Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dan sekitarnya mengantisipasi peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, mengemukakan personel yang dilibatkan sudah tersebar di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Jayapura.

Victor menjelaskan, untuk di Lereh sudah ada satu peleton, Depapre ada satu peleton, Demta sudah ada dua regu Brimob. Pasukan yang disiagakan terbesar yang ada di distrik terjauh tetapi ada wilayah distrik yang musti melalui perairan.

"Kita berharap kepada rekan-rekan yang ada di luar distrik berada di kota bisa melaksanakan tugas dengan baik. Kami berharap tidak ada gangguan keamanan," ujar Dean Mackbon di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (30/11/2019).

Kepolisian resor menggelar apel gabungan dalam rangka menyiagakan pasukan untuk mengamankan Kota Sentani dan sekitarnya. Apel gabungan digelar dalam rangka mengantisipasi kalender kamtibmas Polda Papua menjelang tanggal 1 Desember 2019.

Apel yang dipimpin oleh Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, di halaman parkir Lapangan Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu.

Apel gabungan itu dihadiri para pejabat utama serta anggota Polres Jayapura dan Danramil Sentani serta diikuti pasukan Batalion 751 Raider Sentani, pasukan Lanud Silas Papare, pasukan Brimob Polda Sumbar dan anggota Sat Polisi Penegak Perda (PP) untuk mengamankan kalender kamtibmas menjelang 1 Desember 2019.

"Sore ini kami melaksanakan apel kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi 1 Desember 2019. Kita berharap dengan kesiapan dari TNI Polri dan juga pemerintah daerah yang diwakili Satuan Polisi Pamong Praja bisa menciptakan situasi yang kondusif, karena ini menjadi kerinduan warga.

Ia juga berharap warga tidak terpancing atau terprovokasi oleh kegiatan-kegiatan yang sudah dilarang.

"Kehadiran kami TNI-Polri dan pemerintahan, tentunya adalah untuk menciptakan suasana aman dan damai, juga perayaan Natal bisa penuh dilaksanakan dengan suka cita aman dan damai," kata dia lagi.



Sumber: ANTARA