PGRI Apresiasi Kebijakan Pemkot Semarang di Sektor Pendidikan

PGRI Apresiasi Kebijakan Pemkot Semarang di Sektor Pendidikan
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama para guru yang mengikuti gerak jalan sehat untuk memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI, Minggu. (24/11) ( Foto: IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 2 Desember 2019 | 09:38 WIB

SEMARANG, Beritasatu.com - Beberapa tahun terakhir Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi telah mengeluarkan berbagai kebijakan di sektor pendidikan. Mulai dari meningkatkan kesejahteraan guru PNS dengan memberikan tunjangan penghasilan pegawai, menyetarakan kesejahteraan guru honorer dengan gaji minimal setingkat UMR, hingga menggratiskan 41 sekolah swasta pada tahun 2020 di Kota Semarang.

Berbagai kebijakan tersebut praktis menjadikan guru-guru di Kota Semarang memiliki tingkat kesejahteraan paling tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya itu. Kota Semarang juga menjadi role model pemerintah daerah lainnya dalam memberi perhatian pada sekolah swasta.

Atas kesungguhan dan komitmen Pemerintah Kota Semarang di dalam memajukan sektor pendidikan itu, PGRI pun mengapresiasi dengan memberikan Anugerah Dwija Praja Nugraha.

Diterima langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, penghargaan tersebut diberikan kepada Kota Semarang pada puncak Peringatan HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2019 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Bekasi. Adapun secara simbolis penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim.

Anugerah Dwija Praja Nugraha sendiri merupakan apresiasi tertinggi dari guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kepada kepala daerah yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan kualitas pendidikan dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru. Dan Anugerah Dwija Praja Nugraha yang diberikan pada Kota Semarang berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan oleh Pengurus Besar PGRI, berdasarkan usulan dari pengurus PGRI Kota Semarang dan Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah.

Usai menerima penghargaan, Hendi, akrab disapa Wali Kota Semarang itu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada para guru dan semua pihak yang terus memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di Kota Semarang. Dirinya menuturkan bahwa segala kebijakan pendidikan di Kota Semarang tidak akan berjalan jika hanya pemerintah saja yang ngotot. Hendi menuturkan adanya dukungan dari banyak pihak pada dunian pendidikan di Kota Semarang, salah satunya tergambar dari kebijakan sekolah swasta gratis yang akan diberlakukan pada 7 TK swasta, 14 SD swasta, dan 20 SMP swasta di Kota Semarang.

"Pola pikirnya dulu karena yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan hanya sekolah negeri, maka seakan - akan yang diberi perhatian hanya yang sekolah negeri saja, ya gurunya, ya muridnya, ya fasilitasnya. Hari ini tidak bisa begitu, karena namanya bukan Dinas Pendidikan Negeri, tapi Dinas Pendidikan saja, maka yang swasta juga harus mendapat perhatian," tutur Hendi.

"Untuk itu sebenarnya semangat menggratiskan sekolah swasta, yang terus diupayakan agar benar-benar terwujud di tahun depan, adalah merupakan pintu masuk untuk memberikan perhatian besar, baik kepada gurunya, muridnya, juga fasilitas penunjangnya," tegas Wali Kota Semarang tersebut.



Sumber: PR