Serial Edutaiment Karya Anak Bangsa Ini Dorong Anak Peduli dan Mandiri

Serial Edutaiment Karya Anak Bangsa Ini Dorong Anak Peduli dan Mandiri
Kegiatan Story Telling & Story Telling Competition with Parents & Kids untuk mengisi libur akhir pekan anak anak usia dini yang diselenggarakan oleh Penerbit Lily & Eddy dan toko buku Kinokuniya Grand Indonesia. (Foto: Dok)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 2 Desember 2019 | 16:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lily & Eddy, penerbit materi edutainment melalui serial original buatan anak bangsa bertajuk “The Tale of Didgit Cobbleheart” mendorong anak-anak Indonesia untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berbudi luhur serta mencintai kebudayaan dan produksi bangsa sendiri.

Menggandeng toko buku Kinokuniya, Lily & Eddy menggelar acara story telling di Jakarta belum lama ini. Acara kompetisi mendongeng dari buku-buku di dalam serial The Tale of Didgit Cobbleheart ini dipadukan dengan tarian tradisional dan alat musik khas Indonesia seperti gamelan, angklung dan sasando. "Diharapkan serial ini bisa menginspirasi anak-anak Indonesia," kata Marketing Director Lily & Eddy, Helena Muljanto dalam keterangan yang diterima redaksi Senin (2/12/2019).

Dalam acara itu, para peserta boleh memilih bahasa yang digunakan maupun menentukan maju sebagai pendongeng individual atau beregu. "Anak-anak serta orangtua yang hadir dihibur dengan berbagai materi edutainment serial buatan Indonesia yang tidak kalah bagus kualitasnya dibandingkan buatan luar negeri," kata Helena Muljanto.

Serial The Tales of Didgit Cobbleheart berusaha menghadirkan terobosan bagi Guru-Orangtua-Anak, yang disingkat GOA. Serial ini menjadi serial Indonesia yang paling beragam materinya. Ada animasi singkat yang bisa diakses melalui YouTube (Didgit Cobbleheart), komik interaktif di Facebook dan Twitter dimana para pembaca bisa memberikan ide cerita sederhana dan penerbit akan membuatkan komik yang disertai nama pemberi ide cerita.

Bahkan, terobosan inovasi terus dilakukan dengan game online “The HEART Sheriff” serta menghadirkan komik animasi," kata Helena Muljanto. Soundtrack My Name is Didgit juga mengajak anak-anak dan orangtua bernyanyi sambil berdansa bersama.

"Kami tidak hanya menghadirkan buku-buku cerita, namun serial ini dilengkapi berbagai materi pendukung di media sosial. Orangtua dan guru bisa memanfaatkan berbagai materi itu untuk memulai dialog dengan anak-anak,” kata Helena Muljanto.

Helena menambahkan, Lily & Eddy juga sudah mengunjungi sejumlah sekolah dan menggunakan materi edutainment seri Didgit Cobbleheart ini sebagai inspirasi anak-anak agar menjadi pribadi yang tangguh dan berbudi luhur, mengenal akar dan leluhur budaya mereka.

Helena Muljanto menjelaskan nama “Didgit” sebagai tokoh utama dari serial ini bermakna ruas jari yang saling melengkapi satu sama lain. "Kami mau mengajak semua pihak agar sama-sama saling membantu agar anak-anak Indonesia menggunakan hati dan jari jemari tangannya untuk hal baik," kata Helena Muljanto.

Di dalam setiap cerita dalam serial Didgit Cobbleheart ini selalu ada nuansa 'berbuat baik itu keren' atau ‘anak baik itu keren’ agar kisah-kisah tersebut menciptakan generasi muda yang tidak hanya pandai namun juga bermartabat dan peduli.



Sumber: BeritaSatu.com