Minat Masyarakat Belajar Bahasa Mandarin Terus Meningkat

Minat Masyarakat Belajar Bahasa Mandarin Terus Meningkat
Ratusan pelajar mengikuti kegiatan Education Festival 'Bridging Education To The Real World' di Kampus Universitas Bunda Mulia (UBM) Ancol, Jakarta Utara, Kamis (3/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Senin, 2 Desember 2019 | 22:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat khususnya generasi muda yang tertarik untuk belajar Bahasa Mandarin belakangan terus mengalami peningkatan.

Dosen Mandarin Universitas Bunda Mulia (UBM) Ancol, Juliana mengungkapkan, belakangan peminat Bahasa Mandarin bukan hanya dari kalangan orang tua saja.

"Saya bilang lumayan bagus regenerasinya. Nggak kayak dulu orang tua semua, sekarang sudah lumayan banyak yang belajar Bahasa Mandarin,” ujar Juliana, Senin (2/12/2019).

Sejauh ini, kata Juliana, jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan Bahasa Mandarin di UBM Ancol sudah mencapai 200 orang dengan dukungan sekitar 10 orang dosen pengajar.

Untuk mendukung hal itu, kegiatan Pelatihan Dosen Bahasa Mandarin pun dilaksanakan di Universitas Bunda Mulia (UBM), Pademangan, Jakarta Utara pada 2-6 Desember 2019.

"Tujuan Pelatihan Dosen Bahasa Mandarin ini untuk menambah pengetahuan para peserta di bidang penelitian, pengajaran bahasa dan budaya Tionghoa,” ujar Ketua Jurusan Program Studi Bahasa & Budaya Tionghoa UBM, Symphony.

Selain itu para dosen juga diberikan berbagai kiat dalam memberikan hal-hal praktis yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkompeten di bidangnya.

"Sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajaran dosen Bahasa Mandarin di Indonesia demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia,” tutur Symphony.

"Prinsipnya banyak dengar, banyak berbicara. Dengar dulu, terima dulu, nonton, denger musik, baru dipraktekkan, terus banyak nulis,” ungkap Juliana.

Sementara itu, Fransisca Juliani (22), seorang mahasiswa UBM jurusan Sastra Mandarin, mengaku sejak awal sudah tertarik untuk mendalami Bahasa Mandarin.

"Kalau senang dari awal memang udah suka Bahasa Mandarin. Cuman sempat tertarik jurusan lain tapi akhirnya milih Sastra Mandarin. Menarik aja, seru,” kata Fransisca.

Meski demikian mahasiswa semester 3 tersebut mengaku cukup kesulitan menghafal seluruh karakter tulisan Bahasa Mandarin yang jumlahnya sangat banyak.

"Lebih mudah dipelajari pengucapan buat saya bila dibandingkan penulisan yang harus hafal banyak karakter huruf mandarin,” tutur Fransisca.



Sumber: Suara Pembaruan