Pengawasan Tempat Ibadah, Polri Tunggu Laporan Masyarakat

Pengawasan Tempat Ibadah, Polri Tunggu Laporan Masyarakat
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah) ( Foto: Handout )
Farouk Arnaz / YUD Selasa, 3 Desember 2019 | 05:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri angkat bicara soal perintah Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait perlunya pengawasan dari polisi dan pemerintah daerah untuk memperingatkan masjid-masjid yang dalam acara dakwahnya mengandung narasi kebencian.

“Tentunya kita tidak melakukan melihat ada tidaknya (radikalisme) disitu (dengan cara) menjaga, tidak menunggui, tidak. Kami berkerja kepada kebebasan hukum beragama, itu silakan saja,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Caranya, masih kata Argo, bila ada info dan masukan dari masyarakat maka ditampung dan nanti akan dilakukan pendekatan seperti dengan pola deradikalisasi. “Nanti kita lihat seperti apa, belum ada sampai sekarang,” tambahnya.

Saat itu Ma’ruf mengatakan masjid yang dijadikan tempat menebar kebencian harus diingatkan dan diperingatkan supaya tidak dibiarkan menyebar kebencian.

Itu dikatakan Ma'ruf saat membuka Festival Tajug 2019 di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/11). Selain mengerahkan polisi, Ma'ruf mengatakan perlu pendataan yang jelas masjid mana saja yang berpotensi terpapar.

“Nanti kita minta dewan masjid untuk mencari, untuk memetakan. Kita recheck lagi mana masjid yang perlu pembinaan supaya tidak menebar narasi-narasi kebencian, permusuhan, tapi sebaliknya membangun narasi kerukunan," ucap Ma'ruf saat itu.



Sumber: BeritaSatu.com