Merasa Diintimidasi di Kongres, Ketua dan Sekjen DPP GMNI Lapor ke Polisi

Merasa Diintimidasi di Kongres, Ketua dan Sekjen DPP GMNI Lapor ke Polisi
Pleno Penilaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus DPP GMNI berlangsung di arena Kongres GMNI, di Kristian Center Kota Ambon, Senin (2/12/2019). ( Foto: GMNI / Dokumentasi )
Surya Lesmana / LES Selasa, 3 Desember 2019 | 22:38 WIB

Ambon, Beritasatu.com - Ketua Umum didampingi Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), pada Selasa (3/12/2019) mendatangi markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku guna melaporkan sejumlah tindakan yang diduga mengarah ke intimidasi dalam ajang Kongres GMNI ke-21 di Kota Ambon Provinsi Maluku.

Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah K. Jaya menjelaskan, sejak awal dibukanya agenda persidangan Kongres ada sejumlah pihak yang diduga melakukan tindakan-tindakan intimidatif, bahkan diduga berupaya menggagalkan Kongres.

"Langkah pertama kami saat ini adalah upaya pengamanan kader-kader kami yang terjebak dalam forum Kongres,"ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Jendral DPP GMNI Clance Teddy menegaskan bahwa pihak panitia beserta sejumlah oknum pengurus berupaya melakukan tindakan inkonstitusional, dengan memaksakan Kongres berjalan tanpa mengizinkam sejumlah peserta yang sudah dinyatakan sah untuk masuk ke dalam sidang kongres.

"Hal inilah yang kemudian memaksa saya dan ketua umum untuk menjalankan tanggung jawab moril, tapi sayangnya tindakan mereka semakin di luar kendali yang bahkan posisi saya dan ketum tidak dihargai," tegas Robaytullah.

 



Sumber: Suara Pembaruan