Pembumian Pancasila Langkah Efektif Memitigasi Risiko Bernegara

Pembumian Pancasila Langkah Efektif Memitigasi Risiko Bernegara
Tigor Mulo Horas Sinaga ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Rabu, 4 Desember 2019 | 12:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Generasi Optimis Research & Consulting Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan upaya pembumian dan habituasi nilai-nilai Pancasila yang dilakukan pemerintah merupakan langkah efektif untuk memitigasi risiko bernegara dari ancaman pemecah-belah bangsa.

Pembumian dan habituasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filsafat negara adalah untuk melatih masyarakat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa, serta untuk mencegah terjadinya konflik antarsuku, agama, dan daerah.

Menurut Horas, saat ini Pancasila menghadapi ancaman laten dan nyata dari manipulator agama, serta intoleransi antarumat beragama. Dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila akan menciptakan dan menumbuhkan jiwa gotong-royong, persatuan, dan kesatuan.

"Pembumian Pancasila itu mendesak sifatnya, karena jika tidak dilakukan, maka Pancasila bisa kalah dengan ideologi lain. Karena ancamannya nyata. Ancaman manipulator agama yang radakalis dan intoleransi itu ada," ujar Horas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/12/2019)

Pria yang juga Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Generasi Optimis Indonesia itu juga mengatakan Pancasila memang telah berhasil menjadi pemersatu bangsa Indonesia, namun Horas berpendapat Pancasila harus diperkuat. Karena bangsa Indonesia tidak bisa selama-lamanya selalu menganggap Pancasila itu sakti.

"Pancasila memang sakti dan pernah teruji atas serangan komunis pada masa Orde Lama dan peralihan ke Orde Baru. Tetapi jika dinamika internal kita tidak diantisipasi dengan ikhtiar pembumian ideologi Pancasila, saya khawatir Pancasila terkalahkan oleh ideologi luar yang sektarian dan intoleran," tuturnya

Dijelaskan awal mula runtuhnya suatu negara bukan saja disebabkan dari serangan eksternal melainkan disebabkan juga dari internal. Maka dari itu ikhtiar pembumian Pancasila sangat penting agar masyarakat saling menghormati, dan tidak mengalami perpecahan.

"Indonesia di ambang bahaya kalau Pancasila tidak kita bumikan kembali. Kami mendorong Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) semangat dalam membumikan Pancasila, dan terjun sampai ke akar rumput masyarakat, jika perlu gandeng semua elemen dan tokoh masyarakat," kata Horas.

Ditambahkan dalam acara presedential lecture, Presiden Jokowi sudah pas meminta jajarannya untuk mengajak generasi muda atau yang dikenal sebagai generasi milenial membumikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

Presiden mengatakan agar Pancasila bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak muda, maka jajarannya harus memahami karakteristik anak-anak muda sekarang. Mulai dari medium komunikasi yang digunakan, tokoh yang mereka ikuti, hingga hal yang menjadi kesukaan anak-anak muda.

Namun Horas juga mengingatkan, BPIP jangan hanya membumikan nilai-nilai Pancasila bagi kalangan tertentu melalui seminar atau pendidikan dan pelatihan saja, tapi juga bagi para elite politik, dan yang paling perlu sampai ke kalangan masyarakat bawah yaitu akar rumput yang sejatinya perlu dihabituasikan nilai-nilai luhur Pancasila.

"Pak Jokowi dan BPIP dalam lima tahun ke depan harus terus serius membumikan dan menghabituasikan kembali Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berbangsa serta bernegara," pungkas Horas.



Sumber: Suara Pembaruan