Saleh Husin Yakin Ari Dapat Tingkat Peringkat UI di Universitas Kelas Dunia

Saleh Husin Yakin Ari Dapat Tingkat Peringkat UI di Universitas Kelas Dunia
Ketua Majelis Wali Amanat UI, Saleh Husin (depan kedua kanan) bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (depan ketiga kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (depan kedua kiri) saat hadir dalam Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor UI dari Muhammad Anis kepada Ari Kuncoro di Gedung Balai Purnomo Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok, Rabu (4/12/2019). ( Foto: Istimewa )
Jaja Suteja / JAS Rabu, 4 Desember 2019 | 15:39 WIB

Depok, Beritasatu.com - Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) Saleh Husin yakin Ari Kuncoro akan dapat mengangkat peringkat Universitas Indonesia lebih baik lagi sebagai World Class University atau Universitas Berkelas Dunia.

Keyakinan itu diungkapkan Saleh Husin kepada wartawan seusai memimpin acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor UI dari Muhammad Anis kepada Ari Kuncoro selaku Rektor UI baru Periode 2019-2024 itu di Gedung Balai Purnomo Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok, Rabu (4/12/2019).

"Selamat datang buat Prof Ari Kuncoro yang akan memimpin UI lima tahun kedepan dengan tantangan yang sangat kompleks. Kami yakin Prof Ari akan mampu membawa UI menuju universitas yang sangat diperhitungkan minimal di kawasan ASEAN dan mampu meningkat menjadi nomor lima dari sekarang peringkat kesembilan di ASEAN," kata Saleh Husin yang juga managing director Sinarmas .

Untuk dapat mewujudkan itu, menurut Saleh , maka salah satu yang harus dilakukan Ari adalah membentuk tim kerja yang baik.

"Tentu dengan syarat mampu membuat team work-nya yang solid , kompak, kerja cerdas, dan guyub menjadi satu sinergisitas yang kokoh guna membawa UI terbang tinggi," ujar Saleh Husin menambahkan.

Saleh juga menaruh harapan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk mendukung kemajuan UI.

"Kami juga berharap mas Menteri Nadiem yang pada saat proses pemilihan rektor UI ikut terlibat menjadi panelis, ketika masih sebagai pelaku usaha hingga terpilihnya rektor UI yang baru saja dilantik. Tak disangka saat ini Mas Nadiem menjadi menteri yang membidani dunia pendidikan, sehingga ikatan batin yang sudah ada semakin kuat. Itu berarti Mas Menteri diharuskan untuk memberi perhatian dan bantuan yang lebih terhadap kemajuan UI," ujar Saleh Husin yang pernah menjabat menteri perindustrian 2014-2016.

"Dan bagi sivitas akademik Universitas Indonesia diharapkan dapat bersatu padu bahu-membahu memajukan UI secara bersama sama," kata Saleh .

Saleh Husin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Muhammad Anis yang telah mempimpin UI selama lima tahun dan banyak kemajuan yang telah diraih. Menurutnya, Anis telah meletakkan pondasi yang kuat sehingga UI mampu bersaing di kancah global menuju universitas berkelas internasional walaupun ada juga yang belum sempat terselesaikan.

"Kami juga mengharapkan Prof Anis terus dapat menyumbangkan pemikirannya guna kemajuan UI," katanya.

Hadir pada acara pelantikan  Ari antara lain anggota MWA UI di antaranya Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI) dan tokoh nasional seperti Mochtar Riady, Wamen Keuangan Suahasil Nazara, mantan Menkes Nila Moeloek dan Farid Anfasa Moloek, mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo dan Anwar Nasution.

Hadir pula mantan Menteri Keuangan JB Soemarlin , mantan Menteri ESDM Soebroto, Direksi BUMN dan para pimpinan di lingkungan UI, kalangan dosen, mahasiswa, serta dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni).

Karier

Ari Kuncoro yang lahir tahun 1962 tamat dari FEUI pada tahun 1986. Pada saat itu konsentrasi yang dia pilih adalah di bidang ekonomi moneter dengan judul skripsi Prospect of Deficit Financing in Indonesia: A Simulation Study Using Macro Econometric Model.

Setelah itu, Ari Kuncoro melanjutkan jenjang masternya di Master of Arts, University of Minnesota, USA. Ia memperoleh gelar S2 nya pada tahun 1990 dengan konsentrasi Development Economics. Tesis yang ditulis berjudul Technical Efficiency in Indonesian Manufacturing Industry: Estimation with Stochastic Frontier of Production Function.

Pada tahun 1994, Ari Kuncoro makin mengukuhkan profesinya dalam bidang ekonomi dengan menamatkan program doktornya dari Brown University. Konsentrasi yang ia ambil juga semakin terfokus, yaitu pada Urban Economics, Industrial Organization and Applied Micro Econometrics.

Dalam perjalanan kariernya, Ari Kuncoro sudah banyak mengabdikan diri di berbagai lembaga. Setelah memperoleh gelar doktornya, ia kembali ke Tanah Air dan mulai menjalani karier sebagai peneliti di LPEM-FEUI, sejak tahun 1994 hingga saat ini. Ari Kuncoro juga sempat menjadi pembantu dekan bagian akademik FEUI pada 1998. Selain itu, ia juga pernah menjadi sekretaris di program pasca sarjana FEUI, pada tahun 1996.

Saat ini Ari merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi di FEB UI dengan google h-index 14 dan menduduki peringkat pertama di Indonesia untuk sitasi (kutipan) karya ilmiah berdasarkan RePEC.

Ari Kuncoro masih aktif mengajar beberapa mata kuliah seperti Makroekonomi, Mikroekonomi dan sering pula menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Ari aktif dengan kegiatan di luar FEB UI seperti menjadi anggota East Asian Economist Association dan menjadi profesor tamu di Brown University dan Australian National University.

Dalam pemilihan rektor UI periode 2019-2014 ini, Ari membawa visi “Menuju Universitas Indonesia yang inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat”. Dalam menunjang visinya tersebut, Ari mengatakan memiliki beberapa program yang salah satunya berfokus kepada team work.

Menurut Ari terjadinya rupiah yang melemah, ekspor yang menurun, disebabkan SDM Indonesia yang tidak guyub secara internasional. Ari memiliki program yang ditujukan untuk mahasiswa, yaitu membuat pendidikan yang berbasis kolaborasi. “Selama ini yang dihasilkan adalah individualis, dengan IPK tinggi, lalu kalau jadi team work, payah,” katanya.

Ari menjelaskan jika team work itu sangat penting karena kita tidak akan bisa pintar sendirian. Untuk itu akan direncanakan program paper kelompok, proyek kelompok, dan lain sebagainya.

“Dan itulah program yang akan dicoba supaya SDM Universitas Indonesia dapat berperan untuk menjaga bangsa dan negara kita. Mungkin saat ini masih banyak CEO yang berasal dari Universitas Indonesia, tetapi kita tidak tahu lima tahun ke depan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com