Profesor Riset Wajib Tularkan Minat Penelitian

Profesor Riset Wajib Tularkan Minat Penelitian
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko. ( Foto: Beritasatu Photo/Ari Supriyati Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Profesor riset harus bisa menularkan semangat meneliti ke peneliti-peneliti muda. Hal ini menjadi salah satu tanggungjawab yang diemban ketika peneliti ahli utama menyandang gelar profesor riset.

Indonesia Kekurangan Profesor

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan, gelar profesor riset merupakan jenjang tertinggi jabatan fungsional peneliti. Profesor riset adalah gelar bagi peneliti ahli utama di jenjang apapun.

"Gelar ini sayangnya tidak memberikan privilege apapun atau tidak diberikan apapun pada mereka. Tapi justru diberi tanggungjawab yang besar bagi para penerusnya," katanya dalam pengukuhan empat profesor riset di kantor LIPI, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Selain itu profesor riset juga punya tanggungjawab terhadap masyarakat dan komunitas ilmiah yang diikutinya. "Mereka harus aktif mendidik generasi baru, peneliti baru melalui aktivitas risetnya. Penelitian itu skill yang prosesnya learning by doing," ucapnya.

Reini, Perempuan Pertama Rektor ITB

Dalam kesempatan itu, LIPI mengukuhkan empat profesor riset barunya dari sejumlah bidang. Keempat profesor riset itu antara lain Teguh Peristiwady dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dewi Malia Prawiladilaga dan Wahyu Widiyono dari Pusat Penelitian Biologi LIPI serta Euis Hermiati dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI.

Ketua Majelis pengukuhan profesor riset, Bambang Subiyanto menyebut, keempat profesor riset yang baru saja dikukuhkan itu secara nasional merupakan profesor riset ke-543, 544, 545 dan 546 dari 8.709 peneliti di seluruh Indonesia.

Sedangkan secara institusi di LIPI menjadi profesor riset ke-135, 136, 137 dan 138 dari 1.383 peneliti di lingkungan LIPI.



Sumber: Suara Pembaruan