Aibon Matikan Potensi Generasi Emas Papua

Aibon Matikan Potensi Generasi Emas Papua
Seminar publik “Menyelamatkan Generasi Muda Papua dari Penyalahgunaan Napza di Tanah Papua” di Jakarta, Senin 2 Desember 2019. (Foto: Istimewa)
Anselmus Bata / AB Selasa, 3 Desember 2019 | 08:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anak-anak Aibon--label yang diberikan masyarakat pada penyalahguna salah satu merek lem--kian marak di wilayah Papua. Jika tidak dilakukan tindakan khusus dikhawatirkan akan merusak dan memutus rantai generasi emas Papua dalam menghadapi perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan pendiri sekaligus Ketua Lembaga Aliansi Pemberdayaan Masyarakat Papua Selatan (Apmas Pasel), Fransiska Gondro Mahuze dalam seminar publik “Menyelamatkan Generasi Muda Papua dari Penyalahgunaan Napza di Tanah Papua” di Jakarta, Senin (2/12). Seminar ini juga menghadirkan narasumber Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pastor Antonius Haryanto Pr dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Thomson Silalahi. 

Fransiska berharap pemerintah pusat memberi perhatian pada enam daerah khusus, yakni Jayapura, Merauke, Wamena, Mimika, Nabire, dan Manokwari, yang menjadi pintu masuk utama lem tersebut ke kabupaten lainnya.

“Apabila pintu masuk ini dapat diatasi diharapkan persebarannya dapat diatasi dan diminimalisasi. Masalah sangat mendasar, karena melibatkan anak usia 8 sampai 17 tahun," katanya.

Senada dengannya, pastor Haryanto menyatakan semestinya masalah tersebut mendapat perhatian khusus dari keluarga, masyarakat, pemerintah, dan institusi keagamaan. Mengutip Nota Pastoral KWI tahun 2014 untuk menyikapi kejahatan sosial narkoba di Indonesia, pastor Haryanto menyebutkan,"Hendaknya para pelaku penyalahgunaan ditempatkan sebagai korban yang perlu didampingi dan dibela dalam konteks kemanusiaan dan kehidupan sosial."

Untuk mengatasi hal tersebut, Thomson Silalahi menyampaikan perlunya berbagai aktivitas pengalih berupa sarana dan prasarana yang mampu mengalihkan perhatian dan kebergantungan pada barang tersebut.

Pria asal Samosir ini menyebutkan sebagai lumbung atlet nasional, Papua harus mendapat perhatian semua pihak. Sinergi berbagai pihak diharapkan bisa memacu kreativitas dan pembelajaran di Papua. 

"PMKRI mendukung upaya terbaik bagi pencegahan dan rehabilitasi korban,” kata Thomson.



Sumber: BeritaSatu.com