Anggota Komisi VIII DPR Tak Setuju Bangun Bandara Baru di Luar Pekanbaru

Anggota Komisi VIII DPR Tak Setuju Bangun Bandara Baru di Luar Pekanbaru
Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. ( Foto: Wikipedia )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Rabu, 4 Desember 2019 | 21:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VIII dari Fraksi Demokrat, Achmad, menyatakan dirinya tidak setuju apabila Bandara Internasinal Sultan Syarif Kasim II (SSK II) dipindah dari Kota Pekanbaru ke daerah lain di Riau. Untuk memberangkatkan haji dari Riau, yang diperlukan hanyalah perpanjangan landas pacu (runway).

Wacana pemindahan bandara itu muncul karena bandara saat ini dianggap kurang memfasilitasi kebutuhan haji dari Riau. Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Pemprov Riau menilai bandara baru harus dibangun di luar Kota Pekanbaru sehingga bisa mengakomodasi pelayanan haji di sana.

Namun menurut Achmad, yang ditemui dan ditanya wartawan usai menjadi narasumber dalam diskusi "Empat Pilar MPR", di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2019), rencana itu sebaiknya diberhentikan. Daripada membangun bandara baru, lebih baik memperpanjang landas pacu bandara yang ada saat ini.

"Saya tidak setuju Bandara SSK II dipindahkan. Soal embarkasi Haji, kami akan segera membahasnya di Komisi VIII DPR. Jadi saya menyarankan ke pihak kementerian terkait, baik Kemag maupun Kemhub, untuk segera merealisasikan perpanjangan runway bandara," ujar Achmad.

Mantan Bupati Rohul dua periode itu menilai, biaya pembangunan bandara baru akan sangat mahal bila dibanding dengan penambahan atau perpanjangan landas pacu.

"Membangun bandara baru itu butuh proses lama dan memakan biaya yang tidak sedikit. Sementara untuk biaya perpanjangan jalur runway lebih ringan sekitar Rp 2 triliun dan cepat pengerjaannya," ulasnya.

Menurutnya, memang yang menjadi persoalan selama ini adalah soal landas pacu bandara yang dianggap tidak memenuhi standar untuk pesawat yang berbadan atau bersayap lebih lebar. Makanya, jamaah haji Riau masih menggunakan bandara di Batam bila hendak mengikuti proses pemberangkatan haji.

Achmad mengaku optimistis bandara SSK II akan segera bisa digunakan untuk embarkasi haji bila landas pacu itu bisa segera diperpanjang. "Intinya saat ini, semua pihak harus duduk bersama, berjuang bersama-sama. Semua persoalan harus segera diselesaikan baik aturan, pembebasan lahan dan lain-lain," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com