Hakim Cecar Eks Menag Lukman Hakim soal Pesanan Jabatan di Kemag

Hakim Cecar Eks Menag Lukman Hakim soal Pesanan Jabatan di Kemag
Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/12/2019). Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Romahurmuziy terkait kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Fana Suparman / JAS Rabu, 4 Desember 2019 | 21:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menggali pengakuan mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudddin mengenai dugaan adanya pesanan khusus dari mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Rommy untuk meloloskan jabatan seseorang di Kementerian yang dipimpinnya ketika itu.

Hal ini terjadi saat Lukman dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan jual-beli jabatan di Kemag dengan terdakwa Rommy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/12/2019). Diketahui, Lukman dan Rommy merupakan politikus dari partai yang sama, yakni PPP.

"Saudara pernah dapat pesan khusus dari Rommy yang dalam kapasitasnya sebagai ketum PPP?," tanya Ketua Majelis Hakim, Fahzal Hendri kepada Lukman Hakim dalam persidangan.

Lukman mengaku tidak mengerti apa yang dipertanyakan oleh hakim. Lukman mempertegas maksud pesanan yang ditanyakan hakim. Hakim Fahzal kemudian memperjelas pertanyaannya soal pesanan khusus dari Romi terkait lolosnya Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Jawa Timur.

"Mengenai ada orang pesanan yang harus diloloskan? Misal Haris? Ada enggak?," tegas Hakim Fahzal.

Menjawab pertanyaan hakim, Lukman mengakui pernah berbicara dengan Rommy mengenai rekomendasi dari sejumlah tokoh terkait sosok Haris Hasanuddin yang mencalonkan diri sebagai Kakanwil Kemag Jatim. Menurut Lukman, pembicaraan dengan Rommy tersebut merupakan hal yang lumrah.

"Dalam sebuah pembicaraan yang saya lupa waktu dan tempatnya, seingat saya saudara terdakwa pernah menyampaikan pandangan dari sejumlah kalangan bahwa Haris itu direkomendasikan. Dan ini sesuatu yang lumrah karena saya biasa meminta pandangan dari berbagai macam kalangan," jawab Lukman.

Lukman mengklaim rekomendasi itu hanya sebuah masukan. Ditegaskan Lukman, pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemang Jatim bukan pesanan.

"Tidak (ada pesanan). Masukan tadi hanya pandangan-pandangan," katanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Rommy menerima uang Rp 325 juta dari Haris Hasanudin agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kepala Kanwil Kemag Jawa Timur. Dalam surat dakwaan, Rommy didakwa menerima suap bersama-sama Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Keduanya disebut melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanudin tersebut. Tak hanya dari Haris, dalam perkara jual beli jabatan ini, Rommy juga didakwa Jaksa menerima Rp 91,4 juta dari M Muafaq Wirahadi. Uang tersebut berkaitan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. 



Sumber: Suara Pembaruan