Kempora Gandeng Telkom Gelar Pelatihan Data Scientist

Kempora Gandeng Telkom Gelar Pelatihan Data Scientist
Kementerian Pemuda Olahraga (Kempora) bersama Telkom Indonesia menggelar pelatihan Data Scientist untuk anak-anak muda Indonesia di Yogyakarta, 4-6 Desember 2019. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 4 Desember 2019 | 21:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Era revolusi industri 4.0 mendisrupsi banyak segi kehidupan manusia termasuk pekerjaan. Banyak pekerjaan hilang tapi tak sedikit jenis baru hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia di era modern ini. Salah satu yang dinilai paling seksi yakni peneliti data atau kerap disebut Data Scientist. Saat ini dunia membutuhkan banyak peneliti data untuk menentukan penetrasi pasar.

Hal inilah yang mendorong Kementerian Pemuda Olahraga (Kempora) bersama Telkom Indonesia menggelar pelatihan Data Scientist untuk anak-anak muda Indonesia. Yogyakarta dipilih sebagai kota pertama dengan 30 anak muda sebagai peserta yang diambil dari seleksi ketat melalui online.

Mereka akan belajar selama tiga hari 4-6 Desember 2019 di Digital Innovation Lounge (DILo) Yogyakarta bersama ahli dari Sadasa Academy yang memang berkompeten bidang data science. Coding, matematika statistika hingga mengurai data tersebar hingga jadi bank data dipelajari selama tiga hari kedepan.

Krisostomus Nova, narasumber dari Sadasa Academy menyebut profesi data scientist saat ini memang terbilang begitu seksi. Kebiasaan masyarakat yang berubah digital menggunakan internet dengan media sosial atau e-commerce membentuk pola yang bisa dianalisis.

“Di Indonesia dengan tingkat pengguna internet salah satu terbesar dunia, dengan kebiasaan masyarakatnya bersosial media sangat potensial untuk diteliti datanya. Kami ingin teman-teman muda di Indonesia sendiri yang memanfaatkan peluang ini, jangan sampai malah dinikmati orang di luar negeri,” ungkapnya di sela pelatihan.

Data scientist saat ini menjadi menarik lantaran produsen membutuhkan analisis data digital untuk memastikan penetrasi pasar dengan benar. “Ini mengapa mereka mau bayar mahal, ya jauh lebih banyaklah daripada Youtubers itu,” imbuhnya tersenyum.

Manarul Hidayat, salah satu peserta dari UIN Sunan Kalijaga jurusan Teknik Informatika mengaku sangat tertarik ikut untuk mengetahui lebih jauh tentang penelitian data digital. “Setahu saya bayarannya besar, menjanjikan untuk profesi ke depan jadi saya ikut. Kalau hanya di kampus saja, kita kurang detail belajarnya, ini kesempatan menarik,” ungkapnya.

Sementara Drs Djunaedi MSi, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora yang membuka pelatihan menyambung selain Yogyakarta pelatihan serupa juga digelar di empat kota lainnya yakni Balikpapan, Makassar, Medan dan Jakarta. Pemerintah berharap muncul banyak data scientist di Indonesia yang dibutuhkan dalam era digital.

“Ada 30 anak muda dari lintas disiplin ilmu yang ikut, harapannya mereka bisa menguasai data dan jadi SDM unggul di era industri 4.0 ini. Profesi data scientist ini sangat menarik dan prospek,” tandas dia.



Sumber: BeritaSatu.com