Mendes: Bojongkulur Embrio "Desa Surga"

Mendes: Bojongkulur Embrio
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan) di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (4/12/2019). ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Rabu, 4 Desember 2019 | 21:52 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim berharap Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menjadi embrio "Desa Surga". "Desa Surga" merupakan akronim dari seluruhnya untuk warga.

"Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, koperasi seluruhnya untuk kemaslahatan warga. Warga pun merasakan nyaman dan tidak pindah ke mana-mana," kata Gus Halim saat bersilaturahim ke Desa Bojongkulur, Bogor, Rabu (4/12/2019).

Menurut Gus Halim sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, ciri-ciri "Desa Surga" di antaranya, lingkungan bersih, toleransi keagamaan, hubungan sosial baik, maupun kenyamanan lingkungan.

"Desa Surga ini sebuah impian setelah desa mandiri sesuai dengan ukuran normatif menurut indeks pembangunan desa maupun pencapaian SDG's terpenuhi," tutur dia.

Gus Halim juga berkata, kehadirannya di Desa Bojongkulur untuk mengecek penggunaan dana desa yang masuk kategori mandiri. Pihaknya akan mengecek di setiap level desa mandiri, desa maju dan desa tertinggal dalam penggunaan dana desa.

"Kita melihat pembangunan desa menggunakan dana desa. Alhamdulillah banyak hal yang kita dilihat masyarakat, pemerintahan desanya guyub meskipun Desa Bojongkulur ada di pinggiran kota," kata dia.

Gus Halim berpesan kepada kepala desa dan masyarakat agar mempertahankan kondisi desa dan mengelolanya dengan baik.

"Tadi kita pesan kepada masyarakat dan kepala desa, apapun yang terjadi kondisi desa ini harus dipertahankan dan dikelola dengan baik," tuturnya.

Dia berjanji akan mendorong dan memberi dukungan untuk desa tertinggal melalui dana desa dengan pendampingan secara maksimal. Termasuk, kata dia, melakukan sinergi dengan kementerian terkait.

"Kita akan sinergikan dengan kementerian di lembaga lain agar terjadi percepatan-percepatan pembangunan desa terutama pada sumber daya manusia," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com