Jaga Ekosistem, Sarinah Gelar Green Sarinah-Eco Fashion

Jaga Ekosistem, Sarinah Gelar Green Sarinah-Eco Fashion
Sarinah gelar Green Sarinah x Eco Fashion Indonesia bertajuk “ Sustainable Green”di Gedung Sarinah Jakarta, 5-7 Desember (Foto: ist)
Kunradus Aliandu / KUN Kamis, 5 Desember 2019 | 13:51 WIB

Jakarta - Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, tumbuhnya berbagai aplikasi media sosial, dompet digital, dan aplikasi komunikasi lainnya telah mempengaruhi perilaku manusia sehari-hari, serta merevolusi cara bisnis beroperasi, dan merampingkan proses distribusi dan promosi baik secara nasional maupun internasional.

Dunia fesyen saat ini menjadi lebih inklusif. Di satu sisi, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya. Kaya dengan ribuan kebudayaan dan spesies tanaman & hewannya, yang merupakan 10% dari jumlah seluruh spesies tanaman & hewan di dunia. Area airnya yang merupakan area air terbesar di dunia, yaitu 6% area air dunia.

Di sisi lainnya, dunia fesyen memilik sifat melakukan dan memfasilitasi hubungan antara keragaman dan identitas. Dua sisi mata uang ini menjadikan Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi produser produk fesyen terbesar di dunia.

Fesyen berkelanjutan telah menjadi agenda penting bagi Indonesia untuk memotivasi semakin banyak pelaku bisnis fesyen di Indonesia untuk mengkomunikasikan nilai-nilai lingkungan, budaya dan pertumbuhan industri fesyen Indonesia yang berkelanjutan yang akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian daerah maupun nasional.

Demikian juga berbagai isu dibalik keberadaan sebuah produk fesyen dimana tenaga kerjanya diperlakukan dengan adil, sumber daya alam & budaya yang dijaga kelestariannya, dan ekosistem yang terjaga, menjadi semakin penting bagi konsumen di Indonesia maupun di dunia dalam mengambil keputusan pembelian produk fesyen.

Sarinah The Window of Indonesia Sarinah The Window of Indonesia merupakan satu-satunya BUMN dengan bisnis utamanya ritel dan pelopor peritel modern pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1962. Sebagai Dept. Store dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya berorientasi pada profit tapi juga memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan usaha yang dilakukan. Sarinah pun menjaga lingkungan dan ekosistem, telah menginisiasi penggunaan kantong belanja ramah lingkungan, yaitu cassava bag.

Dengan kesamaan visi dalam menjaga ekosistem, Kamis–Sabtu (5–7 Desember 2019) PT Sarinah (Persero) melalui Sarinah The Window of Indonesia bekerja sama dengan Eco Fashion Indonesia menggelar kegiatan Green Sarinah x Eco Fashion Indonesia yang bertajuk “ Sustainable Green”, yang artinya mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga lingkungan demi keberlanjutan ekosistem di UG Floor Sarinah – Thamrin.

Kegiatan ini diisi dengan workshop, talkshow eco fesyen, talkshow makanan vegetarian dan fashion show eco fesyen. Tidak ketinggalan bazaar produk UKM eco fesyen.Acara ini dibuka oleh Menteri Desa PDT, bapak Abdul Halim Iskandar yang memang sangat concern dengan produk eco fesyen yang dihasilkan oleh desa-desa tertinggal untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya dengan terus memberikan pelatihan menggunakan sumber alam dan sumberdaya yang ada tetapi tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kementerian Desa mempunyai tugas mengangkat perekomonian desa yang tertinggal. Eco fesyen Indonesia membantu mewujudkan hal tersebut melalui pembinaan kepada masyarakat di desa tertinggal melalui desainer Merdi Sihombing. Produk-produk hasil binaan desa tertinggal tersebut dipresentasikan di Sarinah yang dikenal sebagai wadah UKM sehingga masyarakat Indonesia juga dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi desa tertinggal dengan cara membeli produk mereka.

 



Sumber: PR