KPK Siap Bantu Bea Cukai Usut Skandal Penyelundupan Harley di Garuda

KPK Siap Bantu Bea Cukai Usut Skandal Penyelundupan Harley di Garuda
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Fana Suparman / JAS Jumat, 6 Desember 2019 | 14:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal membantu Bea dan Cukai dalam mengusut kasus dugaan penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton menggunakan pesawat Garuda A330-900.

KPK bakal melakukan supervisi jika penegak hukum lain mengalami hambatan dalam mengusut kasus yang membuat Dirut PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara dicopot dari jabatannya tersebut.

"Bisa kita supervisi bila ada masalah dalam penindakannya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jumat (6/12/2019).

Saut menyatakan, KPK tak dapat menangani kasus ini lantaran kasus tersebut telah ditangani Bea Cukai. Namun, KPK memastikan bakal membantu jika Bea Cukai menghadapi kendala.

"Yang sudah ditangani oleh aparat penegak hukum lainnya, kita tidak bisa masuk," katanya.

Saut tak ingin berspekulasi dugaan adanya unsur gratifikasi terkait penyelundupan barang mewah tersebut. Aturan mengenai gratifikasi sudah diatur dengan jelas dalam Pasal 12 B dan Pasal 12 C UU Tipikor.

Dalam aturan tersebut penyelenggara negara wajib melaporkan setiap gratifikasi yang diterima maksimal 30 hari kerja sejak penerimaan. Dalam kasus penyelundupan ini, kategori barang pemberian dianggap Saut, masih belum bisa ditetapkan.

Hal ini lantaran barang tersebut lebih dulu diproses hukum oleh Bea Cukai sebelum diterima oleh Ari Ashkara. "Jadi ini bukan gratifikasi saya kira," kata Saut.

Diketahui, Menteri BUMN, Erick Thohir mencopot Ari Ashkara dari jabatannya sebagai Dirut Garuda. Pencopotan ini terkait kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. Dari hasil audit diketahui pemilik Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diangkut menggunakan pesawat Garuda A330-900 adalah direksi Garuda berinisial AA. Kementerian BUMN menyerahkan kasus ini kepada Bea dan Cukai.

 



Sumber: Suara Pembaruan