130 Inovator Bersaing dalam Innovation Award BPPT

130 Inovator Bersaing dalam Innovation Award BPPT
Kapal Baruna Jaya digunakan untuk ekspedisi yang dilakukan Pusat Peniltian Oseanografi LIPI (Foto: istimewa / Istimewa)
Ari Supriyanti Rikin / IDS Jumat, 6 Desember 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memperkenalkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta inovasi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan beragam cara. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukannya dengan menggelar innovation day dan innovation award.

Sekretaris Utama BPPT, Dadan Nurjaman mengatakan, BPPT menyiapkan penghargaan khusus bagi para inovator yang hasil inovasinya bermanfaat besar bagi masyarakat, serta berhasil dikomersialisasikan secara massal.

"Ada sekitar 130 pendaftaran yang ingin masuk sebagai nominator. Namun tentunya diseleksi oleh juri," ucapnya katanya di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Kategori penghargaan terdiri dari kategori internal berupa layanan teknologi, inovasi teknologi dan transformasi digital. Sedangkan untuk kategori internal terdiri dari inovator perorangan, perusahaan, perguruan tinggi atau kementerian lembaga.
Untuk peraih penghargaan eksternal, Dadan menyebut hasil riset peneliti Indonesia ini sudah diakui internasional. Bahkan BPPT mendorong sang peneliti dicalonkan sebagai nominator peraih nobel.

Sementara itu, untuk kategori internal, BPPT juga akan memberikan penghargaan kategori layanan teknologi. Menurutnya, banyak layanan teknologi yang punya kontribusi besar.

Sebut saja Kapal Riset Baruna Jaya BPPT yang ikut menemukan kotak hitam (black box) pesawat yang jatuh ke laut. Kemudian, kapal riset ini juga membantu pencarian kapal karam di Danau Toba.

Selain layanan teknologi itu, ada pula teknologi modifikasi cuaca yang melakukan hujan buatan dan membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Innovation Award BPPT ini akan digelar di Jakarta Senin (9/12/2019). Masih dalam rangkaian yang sama, BPPT juga akan menyelenggarakan innovation day.

Dalam membangun ekosistem inovasi, lanjutnya, BPPT memerlukan kolaborasi lintas sektor meliputi pihak akademisi (academics), pelaku industri (business), serta pemerintah (government) atau ABG.

Sebagai upaya membangun sinergi kalangan ABG, BPPT pada Selasa pekan depan (10/12/2019) juga akan menggelar BPPT innovation day, yang akan mempertemukan kalangan ABG.

"Era industri 4.0 menuntut Indonesia untuk terus bertransformasi, termasuk dalam penerapan inovasi. Fenomena disrupsi digital yang terus terjadi juga harus dapat diantisipasi, apabila kita tidak melakukan inovasi maka kita akan tertinggal," katanya.

Innovation day akan digelar di Pusat Penelitian Iptek di Serpong, Tangerang Selatan pada Selasa (10/12/2019).

Saat ini ekosistem inovasi merupakan pendekatan yang dilakukan BPPT dalam meningkatkan kinerja inovasi. Dalam mewujudkannya, dibutuhkan dukungan para pemangku kepentingan melalui kolaborasi dan kerja sama untuk menghasilkan lingkungan yang mendukung aktivitas inovasi.

Lisensi
Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Gatot Dwianto mengungkapkan, pola kerja sama yang selama ini dilakukan BPPT dalam mendorong terciptanya ekosistem inovasi meliputi kerja sama lisensi yang dilakukan Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek). Tujuannya adalah untuk menerapkan hasil invensi BPPT ke dalam industri yang sudah ada.

Kemudian inkubasi bisnis berbasis teknologi oleh Balai Inkubator Teknologi (BIT) untuk menciptakan wirausaha baru berbasis teknologi. Kedua pola kerja sama tersebut, ditujukan guna menghasilkan calon pengusaha berbasis teknologi yang berdaya saing.

"BPPT fokus dalam melakukan inkubasi bisnis, karena Indonesia butuh kumpulan calon pengusaha yang mampu menghasilkan produk inovasi yang memiliki nilai komersial," kata Gatot.

Selain itu, tingkat serapan inovasi juga menjadi indikator daya saing, serta upaya mendorong peningkatan perekonomian nasional.

Inkubasi bisnis teknologi yang dilakukan BPPT tambahnya, juga meliputi akses pemasaran, dimana tahapan ini BPPT pun telah menggandeng Bukalapak. Sebagai startup berpredikat unicorn, Bukalapak diharapkan mampu memberikan mentoring terkait kiat sukses dalam membangun bisnis serta memasarkan produk inovatif di industri e-commerce kepada para calon pengusaha yang dibina BIT BPPT.



Sumber: Suara Pembaruan