KPK Harap Jokowi Hadiri Puncak Hari Antikorupsi Sedunia

KPK Harap Jokowi Hadiri Puncak Hari Antikorupsi Sedunia
Agus Rahardjo. (Foto: Antara)
Fana Suparman / WBP Jumat, 6 Desember 2019 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang akan digelar di Gedung Penunjang KPK pada Senin (9/12/2019) mendatang. KPK mengaku telah mengundang Jokowi dan saat ini masih menunggu kepastian kehadirannya.

"Sebetulnya kehadiran beliau (Jokowi) pasti kami sangat harapkan," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Hubungan KPK dan Jokowi belakangan ini panas dingin. Hal ini tidak terlepas dari berlakunya UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 30 tahun 2002. KPK menilai terdapat sekitar 26 poin dalam UU baru tersebut yang melemahkan kelembagaan KPK dan upaya pemberantasan korupsi. Sejak penyusunan hingga UU tersebut disahkan, KPK selaku pelaksana UU tidak pernah dilibatkan. Bahkan, surat yang disampaikan pimpinan KPK untuk meminta Jokowi tak membahas revisi UU KPK dengan DPR, tidak direspon pihak Istana. Meski demikian, harapan Lembaga Antikorupsi agar Jokowi hadir dalam puncak Hakordia tak terkait dengan berlakunya UU KPK yang baru.

Agus menjelaskan, pihaknya berharap Jokowi bisa hadir untuk mendengar laporan mengenai perkembangan aplikasi JAGA. Hal ini lantaran aplikasi untuk memantau pelayanan publik tersebut diluncurkan Jokowi bersama KPK pada 2016 lalu. "Harapan kami ini juga bisa kami laporkan perkembangannya karena pada 2016 saya waktu itu mendampingi pak Jokowi meresmikan JAGA ini. Waktu dengan pak Wiranto kalau enggak salah 2016 itu," kata Agus Rahardjo.

Dikatakan Agus, aplikasi JAGA saat ini sudah berkembang pesat. Tak hanya memantau pelayanan punya terkait kesehatan dan pendidikan, aplikasi JAGA saat ini sudah merambah untuk memantau perizinan, dana desa hingga anggaran daerah. "Itu sekarang sudah berkembang jadi harapan kita ke depan platform itu menjadi pusat dari informasi layanan publik. Jadi, kami berharap beliau bisa hadir untuk melihat perkembangannya (aplikasi JAGA)," harap Agus Rahardjo.

Agus menyatakan, Hakordia tahun ini mengusung tema 'Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju'. Dengan tema ini, KPK berharap seluruh kalangan baik masyarakat maupun pemerintah untuk bersama-sama memberantas korupsi. "Harapan kami antikorupsi itu menjadi agendanya banyak pihak, jadi semua intansi pemerintah maupun masyarakat semuanya seluruh komponen bangsa," kata Agus Rahardjo.

Dalam kesempatan ini, Agus memohon maaf lantaran Hakordia tahun ini digelar di Gedung KPK. Padahal, tiga tahun terakhir atau selama Agus menjabat sebagai pimpinan KPK, Hakordia digelar di Hotel Bidakara. Meski demikian, Agus berharap peringatan Hakordia tahun ini tak mengurangi semangat memberantas korupsi. Dalam peringatan Hakordia tahun ini, KPK juga melibatkan seluruh elemen masyarakat. "Jadi, sedikit mohon maaf kalau Hakordia itu sebetulnya selalu diselenggarakan kalau saya di sini di Bidakara. Kali ini kita selenggarakan sedikit lebih sederhana karena diselenggarakannya di Gedung Penunjang KPK tapi tidak mengurangi semangat kita semua," kata Agus Rahardjo.

Hal tersebut diwujudkan KPK dengan menggelar kegiatan 'KPK Mendengar' sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hakordia tahun ini. Dalam kegiatan tersebut, KPK bakal mendengar masukan dari berbagai kalangan mengenai upaya memberantas korupsi. "Jadi, supaya kemudian yang diharapkan banyak pihak terhadap KPK ini kemudian dengan KPK mendengar kita juga bisa mereposisi bisa menentukan arah ke depan terutama untuk pimpinan baru," kata Agus Rahardjo.

Rangkaian peringatan Hakordia 2019 dimulai pada Jumat (6/12/2019) dengan digelarnya Festival Suara Antikorupsi. Dalam kegiatan ini, KPK akan mengumumkan pemenang Apresiasi Jurnalis Lawan Antikorupsi 2019. Rangakaian peringatan Hakordia 2019 dilanjutkan KPK pada Minggu (8/12/2019) dengan menggelar workshop komunitas antikorupsi dengan tema “Sinergi dalam Pemberantasan Korupsi”. Pada hari yang sama, KPK juga menggelar Premiere dan Awarding Anticorruption Film Festival (ACFFest) 2019 dan Dongeng Kebangsaan Antikorupsi di Ciputra Artpreneur Theater.

"Puncak peringatan Hakordia akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember pukul 09.00 - 12.00 WIB di Gedung Penunjang KPK. Hadir dalam kegiatan sebagai undangan adalah Pimpinan kementerian/lembaga, kepala pemerintahan daerah, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya yang selama ini telah berkontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan KPK," kata Sekjen KPK, Cahya Hardianto Harefa.

Kegiatan dilanjutkan dengan Festival Digital Media Pemerintah yang merupakan forum bagi praktisi humas lembaga dan pemerintah untuk berbagi tentang praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan media sosial dan transparansi layanan publik. Secara paralel, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, KPK juga menyelenggarakan kegiatan Refleksi Tahunan Jaga. Kegiatan berbentuk diskusi ini membahas mengenai progres dan evaluasi JAGA bersama para champion Jaga dan pakar pelayanan publik. Selain itu, pada hari yang sama, KPK bersama KPKNL akan melelang eksekusi barang rampasan sebanyak 22 item di KPKNL Jakarta III.

Hari berikutnya, atau Selasa (10/12/2019), rangkaian Hakordia dilanjutkan dengan sejumlah workshop bagi stakeholder antikorupsi yang melibatkan media massa, CSO, kampus, akademisi, penyuluh antikorupsi, kepala daerah dan mitra pembangunan di dua lokasi, yaitu di Gedung Merah Putih dan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. Tak hanya itu, dalam upaya penguatan partai politik, KPK bersama Kemdagri, Bappenas dan LIPI akan menyelenggarakan diskusi terfokus tentang kajian KPK terkait Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) dan skema pendanaan parpol pada Rabu (11/12/2019) di Gedung KPK.

Secara bersamaan, bertempat di Hotel Pullman Jakarta, KPK menyelenggarakan kegiatan High Level Seminar dengan tema “Komitmen Antikorupsi untuk Investasi yang Lebih Baik” yang membahas upaya dan reformasi antikorupsi untuk mengundang investor yang bertanggung jawab. Selain itu, pada hari yang sama, bertempat di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi berlangsung kegiatan Temu Aksi Nasional Penyuluh Antikorupsi. Kegiatan selama tiga hari hingga 13 Desember ini bertujuan untuk berbagi pengalaman, penguatan kompetensi penyuluh, serta menyusun panduan dan rencana aksi penyuluh antikorupsi.

Rangkaian peringatan Hakordia tahun ini diakhiri dengan Temu Konsolidasi Komite Advokasi Daerah (KAD) se-Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka terus mendorong praktik bisnis yang bersih dan berintegritas di sektor swasta dengan membangun iklim berusaha yang sehat, kompetitif dan beretika. "Pencegahan korupsi merupakan upaya kolektif yang tidak dapat dilakukan KPK sendirian. Partisipasi dan pelibatan masyarakat adalah hal yang mutlak. Pun demikian masyarakat memiliki hak untuk mengetahui progress dan capaian upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan bersama," kata Cahya Harefa.



Sumber: Suara Pembaruan