Menko Polhukam Klaim Penanganan Karhutla Lebih Baik

Menko Polhukam Klaim Penanganan Karhutla Lebih Baik
Mahfud MD dan Joko Widodo. (Foto: Antara)
Aichi Halik / AHL Jumat, 6 Desember 2019 | 17:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengklaim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2019 tertangani dengan baik.

Mahfud membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain yang juga memiliki masalah kebakaran hutan dan lahan.

"Apalagi jika dibandingkan dengan negara lain yang juga punya masalah dengan karhutla. Indonesia terhitung yang paling aman, meskipun kita masih merasakan di sana sini masih ada. Itu di tahun 2019," kata Mahfud usai memimpin rapat koordinasi tentang karhutla di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Rapat juga membahas antisipasi kathutla di tahun 2020. Berdasarkan laporan yang dia peroleh, masalah itu bisa diantisipasi lebih baik lagi karena didukung iklim yang tidak terlalu ekstrem dibanding tahun 2019.

"Tahun 2020, menurut (Kepala) BMKG, Prof Dwikorita, insyaallah tidak akan terjadi perubahan iklim yang ekstrem. InsyaAllah lebih mudah diantisipasi, dan kami, berdasarkan evaluasi yang dilakukan tadi, alhamdulillah cukup bagus," ujar Mahfud.

Mahfud meminta dukungan semua pihak untuk kampanye antisipasi sekalian melaporkannya kepada Presiden Joko Widodo tentang program antisipasinya pada 2020.

"Minta dukungan saudara-saudara juga untuk kampanye antisipasi ke depan. Dan kita akan segera untuk melaporkannya ke presiden untuk nanti seperti biasanya presiden akan memimpin rapat khusus untuk antisipasi karhut yang akan yang mungkin yang bisa saja terjadi di tahun 2020. Itu dari saya cukup," tutur Mahfud.

Sebelumnya rapat koordinasi khusus itu juga dihadiri oleh beberapa kementarian lembaga terkait, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Serta hadir juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, serta Kepala BNPB Doni Monardo.



Sumber: BeritaSatu TV