KPK Tunggu Pengusutan Bea Cukai Terkait Skandal Garuda

KPK Tunggu Pengusutan Bea Cukai Terkait Skandal Garuda
Ilustrasi korupsi. ( Foto: ist )
Fana Suparman / WBP Jumat, 6 Desember 2019 | 17:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu proses pengusutan yang dilakukan Bea Cukai Kementerian Keuangan terkait dugaan penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton menggunakan pesawat Garuda A330-900. KPK tak ragu turun tangan jika ditemukan dugaan tindak pidana korupsi, termasuk melakukan supervisi terhadap penegak hukum yang mengusut kasus tersebut.

"Kalau mereka menemukan juga tindak pidana korupsi pasti nanti akan melibatkan polisi atau KPK. Dalam hal penanganan oleh kepolisian, seluruh sprindiknya tentu dilaporkan ke KPK. Kemudian KPK akan mengkoordinir dan supervisi," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Agus mengaku belum mengetahui proses penanganan yang dilakukan Bea Cukai. KPK, menurutnya tidak dapat masuk dan turut mengusut kasus tersebut jika pelanggaran yang terjadi hanya terkait persoalan kepabeanan atau pajak.

"Kita tunggu PPNS Ditjen Bea Cukai dan PPNS Ditjen Pajak. Kalau hanya pelanggaran bea masuk dan pajak, hanya mereka yang berwenang menindak," kata Agus Rahardjo.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memutuskan mencopot Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

Pencopotan ini terkait kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. Dari hasil audit diketahui pemilik Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diangkut menggunakan pesawat Garuda A330-900 adalah direksi Garuda berinisial AA. Kementerian BUMN menyerahkan kepada Bea Cukai untuk mengusut kasus tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan