Disinyalir Ada Agenda Papua Merdeka pada Peringatan Hari HAM Sedunia

Disinyalir Ada Agenda Papua Merdeka pada Peringatan Hari HAM Sedunia
Ketua Tim Kajian Papua LIPI Adriana Elisabeth (Foto: istimewa)
Yeremia Sukoyo / AO Sabtu, 7 Desember 2019 | 22:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Momentum peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2019 mendatang berpotensi ditunggangi kelompok pendukung Papua merdeka. Apalagi, selama ini kelompok tersebut terus mengembuskan isu masalah HAM di Papua.

"Kelompok itu (pendukung kelompok Papua merdeka) memang mengusung isu HAM dalam kampanye-kampanye mereka," kata peneliti Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrianna Elisabeth di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Berangkat dari pemahaman dan kebiasaan tersebut, diprediksi bahwa kelompok Papua Merdeka kembali akan menggunakan momentum peringatan HAM sedunia untuk mengampanyekan agenda kemerdekaan. Berkaca dari sejarah, ujarnya, peringatan hari HAM sedunia di Papua kerap diwarnai oleh kericuhan yang dipicu oleh penyusupan agenda kelompok pro kemerdekaan Papua.

Tahun lalu, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang mendukung kemerdekaan menggelar aksi dengan dalih memperingati hari HAM sedunia. Pada aksinya yang digelar 10 Desember 2018 di kota-kota besar di Papua, KNPB mengusung wacana referendum untuk Papua.

Diingatkan Adrianna, isu HAM sesungguhnya tidak bisa seenaknya diklaim oleh kelompok kemerdekaan Papua. Peringatan hari HAM sedunia, ujarnya, adalah momentum untuk menyelesaikan berbagai dugaan pelanggaran HAM dan juga komitmen untuk tidak lagi melakukan pelanggaran HAM.

"Isu HAM itu berbeda dengan isu merdeka atau referendum. Soal HAM, itu yang diselesaikan persoalan HAM-nya," ujarnya. Saat ini, masalah mendasar di Papua bukan soal kemerdekaan, namun terkait dengan pendidikan dan kesehatan yang belum merata dan masalah stabilitas keamanan.



Sumber: Suara Pembaruan