Hari Antikorupsi Sedunia

Pimpinan KPK Ingin Peluk Jokowi Sekali Lagi Sebelum Purna Tugas

Pimpinan KPK Ingin Peluk Jokowi Sekali Lagi Sebelum Purna Tugas
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua KPK La Ode Muhammad Syarif saat akan rapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Rapat membahas evaluasi kinerja KPK masa kerja 2015-2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra )
Yustinus Paat / FMB Minggu, 8 Desember 2019 | 15:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengharapkan Presiden Joko Widodo dapat menghadiri acara pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia atau Hakordia yang akan digelar di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019) besok. Pelukan tersebut, kata Saut, bisa menjadi pelukan terakhir dirinya bersama pimpinan KPK lain di pengujung masa jabatannya.

"Pak Jokowi lah yang hadir, untuk bisa bersalaman terakhir kali, salam-salaman sama kami berlima, kalau perlu memeluk presidennya," kata Saut di sela-sela acara crosscheck bertajuk "Hentikan Diskon Hukuman Koruptor" di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta, Minggu (8/12/2019).

KPK, kata Saut, telah mengirimkan undangan kepada Jokowi untuk hadir dalam acara pembukaan Hakordia tersebut. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum dapat memastikan Jokowi akan hadir atau tidak.

"Kami masih berharap beliau hadir besok, tapi kita belum tahu, apakah wapres hadir atau Pak Jokowi hadir," tandas Saut.

Diketahui, jelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia atau Hakordia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak segenap pemangku kepentingan hingga masyarakat umum untuk ikut ambil bagian. Tema peringatan Hakordia 2019 adalah “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”.

Dalam konferensi pers siang ini (6/12) Ketua KPK Agus Rahardjo mengimbau agar peringatan Hakordia juga diselenggarakan oleh kementerian/lembaga sesuai dengan program dan anggaran yang telah direncanakan di wilayah/kantor masing-masing.

“Konsep dan operasional acara diserahkan kepada masing-masing dengan tetap berpegang pada prinsip sinergitas, efisiensi, akuntabilitas dan penyelenggaraan kegiatan yang bebas dari korupsi,” kata Agus.

Sementara, peringatan Hakordia 2019 di KPK akan diisi dengan serangkaian kegiatan yang dimulai sejak 6 – 13 Desember 2019. Melalui rangkaian kegiatan tersebut KPK mengajak segenap pemangku kepentingan membangun kesadaran dan semangat perlawanan terhadap korupsi melalui pendekatan humanis dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan KPK, di antaranya peluncuran Side-B Album SAKSI 2019, pengumuman pemenang Apresiasi Jurnalis Lawan Antikorupsi 2019, workshop komunitas antikorupsi, penganugerahan Anticorruption Film Festival (ACFFest) 2019, Dongeng Kebangsaan Antikorupsi, Festival Media Digital Pemerintah, Temu Aksi Nasional Penyuluh Antikorupsi, Temu Konsolidasi Komite Advokasi Daerah (KAD) se-Indonesia dan lainnya. (insert link ini https://www.kpk.go.id/id/hakordia-2019)

Untuk puncak peringatan Hakordia akan dilaksanakan pada Senin (9/12) Gedung Penunjang KPK. Kegiatan itu akan dihadiri pimpinan kementerian/lembaga, kepala pemerintahan daerah, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya yang selama ini telah berkontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan KPK.

Agus melanjutkan, pencegahan korupsi merupakan upaya kolektif yang tidak dapat dilakukan KPK sendirian. Partisipasi dan pelibatan masyarakat adalah hal yang mutlak. “Masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui progres dan capaian upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan bersama,” katanya.

Untuk Informasi detail agenda kegiatan dapat diakses melalui tautan https://www.kpk.go.id/id/hakordia-2019. (YUS)



Sumber: BeritaSatu.com