Dukungan Masyarakat Sumbar karena Ketegasan dan Sikap Mengayomi Irjen Fakhrizal

Dukungan Masyarakat Sumbar karena Ketegasan dan Sikap Mengayomi Irjen Fakhrizal
Irjen Fakhrizal (tengah) ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Minggu, 8 Desember 2019 | 19:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewa Pimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) Shofwan Karim menegaskan, dukungan masyarakat terhadap mantan Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal lahir karena respons dari sikap dan ketegasannya. Sikap mengayomi Fakhrizal juga membuat munculnya deklarasi dukungan terhadap dirinya untuk menjadi gubernur Sumbar.

Dikatakan, jenderal asal Kabupaten Agam, Sumbar, itu dikenal memang dekat dengan masyarakat, bahkan mau membantu penyelesaian persoalan yang muncul. "Fakhrizal itu jenderal bintang dua, tetapi dia sangat dekat dengan masyarakat. Dia seperti tidak memiliki batasan dengan masyarakat," kata Shofwan Karim dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Seperti diketahui, Irjen Fakhrizal yang dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Sumbar telah membantah tudingan bahwa dirinya mendeklarasikan diri untuk maju pada Pemilihan Gubernur Sumatera Barat periode 2020-2025. "Saya masih prajurit Bhayangkara yang patuh terhadap institusi saya," ujar Fakhrizal, beberapa waktu lalu.

Bantahan Fakhrizal disampaikan menyusul tudingan politikus PDIP Masinton Pasaribu di Komisi III DPR terkait deklarasi pencalonan Fakhrizal itu. "Laporan di salah satu provinsi, Sumatera Barat, itu kapolda sudah deklarasi. Kapolda dan Kapolres harus menjaga netralitas Polri, yang sudah deklarasi bisa diberhentikan dari jabatan, agar tak ada konflik kepentingan," kata Masinton saat itu.

Menanggapi itu, Fakhrizal mengatakan, sebagai anggota Polri, dirinya bangga karena masyarakat masih percaya dengan polisi. "Itu yang membuat mereka meminta saya untuk maju,” ujarnya.

Dukungan pun akhirnya melahirkan banyak relawan untuk mendukung Fakhrizal maju pada Pilgub Sumbar 2020 melalui jalur perseorangan. Namun, Irjen Fakhrizal menjamin bahwa dirinya akan tetap menjaga netralitas sebagai anggota Polri. Ia akan mematuhi semua instruksi dari Kapolri.

Irjen Fakhrizal dicopot dari jabatan Kapolda Sumbar dan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara dan Baharkam Mabes Polri. Posisi Fakhrizal digantikan oleh Irjen Toni Harmanto berdasarkan surat dari Kapolri bernomor ST/3229/XII/KEP/2019 tertanggal 6 Desember 2019.

"Mutasi ini bentuk penyegaran bagi anggota Polri," ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.



Sumber: Suara Pembaruan