Jawaban Presiden Ketika Dialog Hukuman Mati Koruptor dengan Siswa SMK

Jawaban Presiden Ketika Dialog Hukuman Mati Koruptor dengan Siswa SMK
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / WBP Senin, 9 Desember 2019 | 11:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan tanya jawab dengan pelajar SMK Negeri 57 Jakarta, Senin (9/12/2019). Hal itu berlangsung saat acara pentas #PrestasiTanpaKorupsi di Aula SMK Negeri 57.

Salah satu siswa, Harli Hermansyah menanyakan kurang tegasnya pemberantasan korupsi di Indonesia. Harli juga secara khusus menekankan tidak adanya hukuman mati terhadap para pelaku korupsi yang merugikan negara dan rakyat.

“Mengapa negara kita mengatasi korupsi tidak terlalu tegas? Kenapa enggak berani, di negara maju misalnya (koruptor) dihukum mati? Kenapa kita hanya penjara, tidak ada hukuman tegas, hukuman mati?,” tanya Harli.

Menjawab itu, Presiden menuturkan, Undang-Undang (UU) Nomor 30/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, memuat ketentuan hukuman mati. “Di UU (kalau) ada yang korupsi dihukum mati,” kata Presiden.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly yang turut hadir di acara tersebut menambahkan, apabila kasus korupsinya bencana alam, maka pelaku memang dimungkinkan dijerat dengan hukuman mati.

“Kalau korupsi bencana alam dimungkinan. Kalau enggak, tidak (dihukum mati). Misalnya ada gempa, tsunami di Aceh atau NTB (Nusa Tenggara Barat), kita ada anggaran untuk penanggulangan bencana, duit itu dikorupsi, bisa (dijerat hukuman mati),” ucap Presiden setelah mendengar penjelasan Yasonna.

Namun menurut Presiden, sampai sekarang belum ada kasus tersebut. “Tapi sampai sekarang belum ada. Di luar bencana belum ada. Tapi apa pun yang namanya korupsi, baik bencana besar, kecil, itu sama saja namanya juga korupsi, tidak boleh,” tegas Presiden.

Presiden menyebut pemerintah saat ini dalam proses membuat sistem agar para pejabat tidak bisa melakukan korupsi. "Semua butuh proses. Negara-negara lain butuh proses. Ini bukan barang gampang ditangani,” kata Jokowi.

Presiden optimistis seluruh pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senantiasa berupaya mencegah dan memberantas korupsi. “Yakin lah kita semua, pemerintah, KPK terus berupaya mengurangi, menghilangkan korupsi di negara kita,” ujar Presiden.



Sumber: Suara Pembaruan