Mantan Kepala BPN Denpasar Jadi Tersangka Gratifikasi Sertifikasi Tanah

Mantan Kepala BPN Denpasar Jadi Tersangka Gratifikasi Sertifikasi Tanah
Ilustrasi (Foto: Beritasatu.com)
I Nyoman Mardika / JEM Senin, 9 Desember 2019 | 14:28 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar, TN, diduga menerima gratifikasi  penyertifikatan tanah telah ditetapkan oleh penyidik Kejati Bali.

Proses pemeriksaan dilakukan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali  dipimpin Aspidsus Nyoman Sucitrawan. Proses penyidikan di bawah koordinasi Kasidik Pidsus Kejati Bali, Anang Suhartono.

“Ya, TN, mantan kepala BPN Denpasar, telah kami tetapkan sebagai tersangka menerima gratifikasi,” ujar Kajati Bali Indianto, didampingi Sucitrawan, Senin (9/12/2019) di Denpasar, di sela-sela peringatan Hari Anti Korupsi Internasional.

Kajati Bali Indianto, terkait kasus TN, hitungan kerugian negara terus bertambah sehingga kasusnya terus dikembangkan oleh oleh aparat penyidik pidsus Kejati Bali.

Disebutkan, penerimaan gratifikasi yang dibidik kejaksaan sementara ini adalah saat tersangka TN menjabat kepala BPN Denpasar.

“Salah satunya adalah gratifikasi pada saat tersangka menjabat kepala kantor. Dia diduga menerima pengiriman sejumlah uang dari penerbitan sertifikat,” tambah Kasidik Pidsus Anang yang turut mendampingi Idianto.

Ditanya apakah gratifikasi dimaksud berkaitan dengan kasus korupsi tahura yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, Anang mengatakan bahwa ini adalah kasus yang berbeda.

“Ini berbeda, jangan dikaitkan dulu dengan kasus sebelumnya. Ini awalnya temuan PPATK, ada temuan transaksi keuangan. Setelah kita dalami, ternyata banyak dan ternyata ada penyerahan uang terkait dengan jabatan tersangka,” sambung Anang.

Saksi lain yang sudah diperiksa dalam kasus TN yakni pemberi uang dan juga saksi dari PPATK. Ada sekitar 12 orang yang sudah dijadikan saksi.

 



Sumber: Suara Pembaruan