Polisi Kekurangan Alat Bukti untuk Ungkap Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Polisi Kekurangan Alat Bukti untuk Ungkap Pembunuhan Hakim Jamaluddin
Keluarga dan Kerabat Hakim Jamaluddin Berharap Pelaku Ditangkap ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Arnold H Sianturi / JEM Senin, 9 Desember 2019 | 14:36 WIB

Medan, Beritasatu.com - Aparat kepolisian masih mendalami berbagai informasi dan alibi yang diberikan saksi dan mencari alat bukti baru untuk menetapkan tersangka kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, pada 29 November 2019

"Kita tidak bisa menentukan tersangka dengan sembarangan. Kasus ini tergantung pada alat bukti maupun keterangan saksi," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat melakukan kunjungan ke Markas Polrestabes Medan, Senin (9/12/2019).

Agus mengatakan, sudah ada 25 orang yang diperiksa terkait kasus pembunuhan Jamaluddin, yang jasadnya ditemukan sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Jumat (29/11/2019).

Dalam pemeriksaan itu, belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yang dimintai keterangan itu meliputi hakim pengadilan, warga yang menemukan, termasuk istri Jamaluddin, Zuraidah Hanum bersama anaknya.

"Sampai saat ini, petugas kita masih berkerja mendalami informasi dan alibi yang diberikan saksi, termasuk juga dari istri korban dan anak anaknya. Kita tidak mau salah menempatkan orang sebagai tersangka, sebab dampaknya kepada orang dan keluarga," jelasnya.

Ketika disinggung tentang laporan hasil forensik yang menyebutkan Jamaluddin meninggal dunia di rentan waktu 12 - 20 jam, Agus mengaku belum dapat memberikan kesimpulan. Sebab, hasil labfor dan dokter forensik itu akan diperiksa lagi. 



Sumber: Suara Pembaruan