Firli Berharap Indonesia Bisa Bebas dari Korupsi

Firli Berharap Indonesia Bisa Bebas dari Korupsi
Firli Bahuri. ( Foto: Antara )
Gardi Gazarin / RSAT Senin, 9 Desember 2019 | 20:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon Ketua KPK terpilih Komjen Firli Bahuri mengatakan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) adalah hari keprihatinan bagi kita semua. Karena kita semua dingatkan bahwa ada hal serius yang harus menjadi perhatian untuk sama-sama memberantasnya.

Di samping itu Hakordia juga memberi makna peringatan (alarm warning) bahwa kita masih memiliki masalah korupsi, karena tidak semua negara melaksanakan peringatan Harkordia terutama negara-negara yang memang tidak lagi menempatkan korupsi sebagai masalah serius karena memang tidak ada lagi korupsi (zero corruption).

“Saya berharap suatu saat, Indonesia tidak lagi melaksanakan peringatan Harkodia karena negara kita sudah bersih dari korupsi, dan kita sudah bebas dari korupsi. Untuk itu mari kita bersama mengambil peran untuk melakukan pemberantasan korupsi sesuai dengan tataran hak, kewajiban, kewenangan, dan kita semua harus berperan aktif membebaskan bangsa kita dari masalah korupsi,” ujar Firli dalam keterangan tertulis kepada SP, Senin (9/12/2019).

Dikatakan banyak hal yang bisa dilakukan seluruh anak bangsa dalam pemberantasan korupsi sebagaimana diamanatkan UU No 19 Tahun 2019 atas perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

KPK sebagai garda terdepan yang merupakan tumpuan harapan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi harus melakukan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 6 UU No 19 Tahun 2019 yang meliputi, “Melakukan pencegahan tindak pidana korupsi, melakukan monitoring atas pelaksanaan program pemerintah dan pelayanan publik, melakukan koordinasi dengan seluruh instansi yang berwenang melakukan pemberantasan, melakukan supervisi, melalukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, melaksanakan keputusan pengadilan dan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum yang tetap”.

Menurut Firli tugas-tugas itu tidak akan efektif tanpa bekerja sama, bersinergi dengan seluruh instansi, elemen bangsa, para pimpinan lembaga baik pemerintah swasta kalangan dunia usaha, para tokoh-tokoh agama, adat, pemuda, masyarakat, pendidikan, dan budayawan.

“Semua harus bersatu melakukan upaya pencegahan agar tidak ada lagi korupsi. Dengan demikian maka seluruh program pembangunan nasional dapat terlaksana dan pada akhirnya cita-cita nasional Indonesia yang cerdas, Indonesia yang sejahtera dapat kita wujudkan. Negara indonesia yang adil makmur sejahtera di seluruh Nusantara,” ujar Firli.

Ditegaskan semua ini bisa dicapai dengan syarat situasi politik dalm keadaan aman, nyaman dan kondusif. Tidak tdk ada gonjang-ganjjng dan kegaduhan politik karena negara kita negara yang besar.

“Kalau diibaratkan kita menumpang kapal besar (NKRI), maka seluruh penumpang tidak boleh gaduh, sehingga kita siap dan selamat menghadapi ombak, badai, dan gelombang, sehingga semua selamat sampai tujuan,” kata Firli.

Ditambahkan situasi yang aman, nyaman dan kondusif akan memberi jaminan iklim usaha, lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat dalam rangka menyongsong 100 tahun Indonesia masuk dalam 5 kekuatan ekonomi dunia. “Selamat memperingati Hari Anti korupsi se-Dunia,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan