BPPT Dorong Inovasi Anak Bangsa Bersaing di Kancah Global

BPPT Dorong Inovasi Anak Bangsa Bersaing di Kancah Global
Kepala BPPT Hammam Riza (keenam kiri) dan Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang S Brodjonegoro (ketujuh kiri) berfoto bersama para inovator peraih BPPT Innovation Award, Senin (9/12/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ari Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FMB Senin, 9 Desember 2019 | 20:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk kedua kalinya memberikan penghargaan kepada para peneliti dan inventor melalui BPPT Innovator Award. BPPT mendorong lahirnya inovasi buatan anak karya yang bisa bersaing di kancah global.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, melalui penghargaan ini diharapkan memotivasi berbagai pihak dan menjadi contoh para insan teknologi. Selain itu penghargaan diharapkan menjadi pendorong, penyemangat dan peningkatan sumber daya manusia sehingga bisa berdaya saing, mandiri dan menguasai iptek.

"Karya-karya nyata beberapa teknologi produk karya anak bangsa patut menjadi produk unggulan Indonesia," katanya di sela-sela BPPT Innovation Award, di Auditorium BJ Habibie, BPPT Jakarta, Senin (9/12/2019).

Hammam juga menegaskan pentingnya inovasi untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Namun saat ini ekosistem inovasi belum berjalan dengan baik. Indeks inovasi global Indonesia di tahun 2018 berada di ranking 85, jauh di bawah Singapura ranking 5, Malaysia 35, Vietnam 45 dan Brunei 67.

"Indikator indeks inovasi global itu adalah investasi research and development, jumlah paten. Tapi kita belum punya merek internasional yang bisa buat kita bangga atau ekonomi berbasis inovasi," ungkap Hammam.

Hadir pula dalam penghargaan tersebut Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Soemantri Brodjonegoro.

Dari 130 pendaftar dan nominasi, hasil penjurian dari berbagai kategori menentukan hanya satu inovator utama dari masing-masing kategori.

Untuk peraih penghargaan dari internal BPPT, kategori internal inovasi diraih Pusat Teknologi Agroindustri atas inovasi cangkang kapsul rumput laut. Untuk kategori layanan teknologi survei kelautan diraih Balai Teknologi Survei Kelautan. Selanjutnya, kategori transformasi digital diraih Pusat Pembinaan Pendidikan dan Latihan BPPT dengan karya Siduper (Sistem Informasi DUPAK Perekayasa).

Sementara itu, untuk kategori eksternal perseorangan diraih Sotya Astutiningsih dengan inovasi geopolymer fast setting cement. Sedangkan untuk kategori kelompok diraih PT Nodeflux Teknologi Indonesia dengan inovasi platform pendeteksi dan interpretasi objek berbasis artificial intelligence atau kecerdasan buatan. 



Sumber: Suara Pembaruan