Kebutuhan Penyaring Air Minum Rumah Tangga Dinilai Mendesak

Kebutuhan Penyaring Air Minum Rumah Tangga Dinilai Mendesak
Seorang siswa menikmati air minum yang dihasikan oleh Navaza Water Filters. Perangkat Filter Air ini, dapat mengubah air baku untuk langsung dikonsumsi tanpa perlu direbus terlebih dahulu. (Foto: Beritasatu.com / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Senin, 9 Desember 2019 | 22:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk memperoleh air bersih. Namun, sumber air baku yang tersedia dinilai semakin banyak yang tercemar.

Produksi Air Bersih PDAM Berkurang

Berdasarkan penelitian, merebus air sampai mendidih ternyata sudah tidak efektif lagi. Pasalnya, kalangan peneliti dari Universitas Padjajaran (Unpad) baru-baru ini menghitung bakteri dalam air yang telah direbus dan di dalam air dari depot air minum isi ulang di 55 rumah tangga di Bandung Tengah. Mereka menemukan, 45 persen air isi ulang mengandung bakteri. Selain itu, sebagian air yang direbus juga masih mengandung bakteri.

"Banyak orang masih berpikir merebus sampai mendidih adalah cara terbaik untuk membunuh bakteri dalam air. Sayangnya, sekarang ini merebus air sampai mendidih saja tidak cukup,” ujar Pendiri Nazava Water Filters, Lieselotte Heederik kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Wanita yang biasa disapa Lisa mengatakan, penyaring atau filter air minum yang dihasilkan oleh perusahaan sosial Nazava Indonesia menawarkan solusi terhadap masalah kualitas air.

Pendiri Navaza

"Ketika air sumur sangat kotor, air perlu mendidih selama 3 menit terutama di kota-kota yang dataran tinggi seperti Bandung. Merebus air sampai mendidih juga menggunakan LPG yang harganya semakin mahal," kata Lisa.

IPAL Krukut Gunakan Teknologi Moving Bed Biofilm Reactor

Lebih lanjut, Lisa mengatakan, Navaza Water Filters yang baru saja berulang tahun ke-10, membuat dan menjual penyaring atau filter air minum, dengan kemampuan mengubah air sumur kotor, air keran, air hujan, dan air sungai, menjadi air yang aman untuk dikonsumsi tanpa perlu direbus terlebih dahulu.

"Tim Unpad juga mempelajari 55 rumah tangga yang menggunakan filter air Nazava untuk mengolah air sumur mereka. Sampel air dari filter air Nazava semuanya bebas dari bakteri e-coli," tandas Lisa.

Menurut Lisa, Nazava merupakan satu-satunya perusahaan penyaring air minum dari Indonesia yang memperoleh sertifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Selain itu, filter air Nazava juga telah diuji oleh peneliti ITB, Unpad dan beberapa laboratorium dari Kementerian Kesehatan (Kemkes)," pungkas Lisa.

Sebagai informasi, Nazava didirikan pada 2009 untuk memenuhi kebutuhan air minum bersih di Aceh. Pada 2013, Nazava memenangkan Tech Award untuk teknologi yang memberi manfaat bagi Kemanusiaan di California, Amerika Serikat (AS). Pada tahun 2016, Nazava juga memenangkan Penghargaan Ashden untuk teknologi ramah lingkungan.

Sejak 2017, Nazava memproduksi semua bagian filter air inovatifnya di Indonesia. Sejak 2018, Nazava mulai mengekspor secara besar-besaran ke semua pasar di Afrika dan Asia Tenggara.



Sumber: BeritaSatu.com