Ricky Rachmadi Dorong PMI Purna Kreatif Berwirausaha

Ricky Rachmadi Dorong PMI Purna Kreatif Berwirausaha
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ekonomi Kreatif (Ekokraf) Ricky Rachmadi. (Foto: Istimewa)
Jaja Suteja / JAS Selasa, 10 Desember 2019 | 13:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pakar ICMI Pusat dan pengamat ketenagakerjaan asal Partai Golkar, Ricky Rachmadi, mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna agar kreatif berwirausaha setelah pulang bekerja dari luar negeri.

"Setelah selesai bekerja dari luar negeri, PMI purna bisa kreatif dengan membuka usaha atau berwirausaha. PMI bisa menggunakan modal usaha dari hasil selama bekerja di luar negeri tersebut," jelas Ricky Rachmadi di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Ricky mengatakan, untuk bisa kreatif dalam berwirausaha, PMI bisa mengikuti program-program yang dilakukan oleh pemerintah, seperti program pelatihan dari BNP2TKI atau BP3TKI yaitu pemberdayaan PMI purna dan keluarganya.

Menurut Ricky, program pemberdayaan PMI purna oleh BNP2TKI tidak hanya untuk PMI saja, melainkan keluarga PMI juga bisa mengikutinya.

Program pemberdayaan ekonomi ini bertujuan agar PMI dapat berusaha secara mandiri atau menjadi tenaga kerja produktif, maju, dan sejahtera.

"Program pelatihan ini bisa dikuti PMI dengan gratis. PMI bisa mengikuti berbagai pelatihan usaha seperti ketahanan pangan, kuliner, peternakan, kerajinan tangan, membuka warung, budidaya ayam, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif lainnya," ujar Ricky.

Ia menambahkan, setiap tahunnya BNP2TKI atau BP3TKI di daerah mengadakan pelatihan pemberdayaan PMI purna dan keluarganya. Jika ingin mengikuti program itu bisa datang ke BP3TKI terdekat di wilayahnya. Dengan cara seperti ini, PMI bisa memiliki bekal untuk berwirausaha sehingga uang yang diperoleh selama bekerja di luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan yang konsumtif.

"Saat ini masih banyak PMI yang belum bisa memanfaatkannya, setelah pulang dari luar negeri mereka banyak membeli hal-hal yang kurang penting sehingga uangnya habis. Setelah itu mereka bingung, kemudian kembali menjadi PMI lagi tanpa peningkatan kualitas. Ini kurang tepat, karena sebaiknya sekali saja menjadi PMI. Setelah itu bisa berwirausaha. Kecuali jika sebagai PMI mereka memperkuat peningkatan kualifikasinya dengan pendidikan tambahan khusus jika ingin berangkat kembali menjadi PMI," saran Ricky.

Sesuai data BNP2TKI dari Tahun 2015-2019, jumlah PMI purna dan keluarganya yang telah mengikuti program pemberdayaan ekonomi sebanyak 25.380 orang.

Sedangkan jumlah PMI purna berwirausaha dari tahun 2015-2019 sabanyak 9.882 orang. Para PMI umumnya berwirausaha pada sektor ketahanan pangan, pariwisata, ekonomi kreatif, termasuk di sektor jasa.



Sumber: BeritaSatu.com