AJI Nilai Indeks Kebebasan Pers Indonesia Memburuk

AJI Nilai Indeks Kebebasan Pers Indonesia Memburuk
Ilustrasi wartawan. (Foto: Antara)
Fana Suparman / JEM Selasa, 10 Desember 2019 | 15:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) menyebut Indeks Kebebasan Pers (IKP) di Indonesia memburuk pada 2019. Hal ini dipicu oleh rentetan peristiwa kekerasan terhadap jurnalis dalam setahun terakhir.

Diketahui, pada 2018, IKP Indonesia cuma menduduki peringkat 124 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia Tahun 2018 versi Repoters Without Borders.

"Indeks Kebebasan Pers Indonesia (peringkat) 124, mungkin indeks kita akan lebih jelek," kata Ketua AJI, Abdul Manan dalam Seminar Nasional "HAM, Kemerdekaan Pers, Perlindungan dan Keselamatan Jurnalis di Indonesia" di Erasmus Huis, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Abdul Manan mengatakan memburuknya Indeks Kebebasan Pers di Indonesia dipicu berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi belakangan. Dalam kerusuhan yang terjadi di depan Gedung Bawaslu pada 21-22 Mei 2019.

Dikatakan, dari 15 laporan kekerasan terhadap wartawan, sembilan kasus diantaranya dilakukan oleh polisi. Belasan kasus kekerasan terhadap wartawan juga terjadi saat demonstrasi mahasiswa pada 23 hingga 30 September 2019 lalu. Belum lagi tiga kasus kekerasan terhadap wartawan di Makassar hingga pelarang peliputan di Jayapura.

"Dengan peristiwa-peristiwa itu kalau ada yang menyebut Indeks Kebebasan Pers Indonesia akan lebih baik, saya kira itu sebuah keajaiban," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan