Ricky Rachmadi Dorong Pekerja Migran Berwirausaha

Ricky Rachmadi Dorong Pekerja Migran Berwirausaha
Ilustrasi TKI yang melakukan mudik Lebaran. (Foto: Antara)
/ WBP Selasa, 10 Desember 2019 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat Ricky Rachmadi, mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna agar kreatif berwirausaha setelah pulang bekerja dari luar negeri.

"Setelah selesai bekerja dari luar negeri, PMI purna bisa kreatif dengan membuka usaha atau berwirausaha. PMI bisa menggunakan modal usaha dari hasil selama bekerja di luar negeri tersebut," jelas Ricky Rachmadi di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Pengamat ketenagakerjaan asal Partai Golkar ini mengatakan, untuk bisa kreatif dalam berwirausaha, PMI bisa mengikuti program yang dilakukan pemerintah, seperti dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) atau Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) yaitu pemberdayaan PMI purna dan keluarganya.

Menurut Ricky, program pemberdayaan PMI purna oleh BNP2TKI tidak hanya untuk PMI saja, melainkan keluarga PMI. Program pemberdayaan ekonomi ini bertujuan agar PMI dapat berusaha secara mandiri atau menjadi tenaga kerja produktif, maju, dan sejahtera.

"Program pelatihan ini bisa dikuti PMI dengan gratis. PMI bisa mengikuti berbagai pelatihan usaha seperti ketahanan pangan, kuliner, peternakan, kerajinan tangan, membuka warung, budidaya ayam, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif lainnya," ujar Ricky Rachmadi.

Ia menambahkan, setiap tahunnya BNP2TKI atau BP3TKI di daerah mengadakan pelatihan pemberdayaan PMI purna dan keluarganya. Jika ingin mengikuti program itu bisa datang ke BP3TKI terdekat di wilayahnya. Dengan cara seperti ini, PMI bisa memiliki bekal berwirausaha sehingga uang yang diperoleh selama bekerja di luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan konsumtif.

"Masih banyak PMI setelah pulang dari luar negeri membeli hal-hal yang kurang penting sehingga uangnya habis. Setelah itu mereka bingung, kemudian kembali menjadi PMI lagi tanpa peningkatan kualitas. Ini kurang tepat, karena sebaiknya sekali saja menjadi PMI. Setelah itu bisa berwirausaha. Kecuali mereka memperkuat kualifikasinya dengan pendidikan tambahan khusus jika ingin berangkat kembali menjadi PMI," saran Ricky Rachmadi.

Sesuai data BNP2TKI dari tahun 2015 - 2019, jumlah PMI purna dan keluarganya yang telah mengikuti program pemberdayaan ekonomi sebanyak 25.380 orang. Sedangkan jumlah PMI purna berwirausaha dari tahun 2015 - 2019 sabanyak 9.882 orang. Para PMI umumnya berwirausaha pada sektor ketahanan pangan, pariwisata, ekonomi kreatif, termasuk di sektor jasa.



Sumber: BeritaSatu.com