BNN Gerebek Rumah Penimbunan Sabu-sabu di Medan

BNN Gerebek Rumah Penimbunan Sabu-sabu di Medan
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari (kemeja biru BNN) mengamati barang bukti narkoba di Tembung. (Foto: Beritasatu.com / Arnold Sianturi)
Arnold H Sianturi / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 22:29 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penimbunan sabu - sabu oleh jaringan internasional di Jalan Perwira, Kelurahan Tirtosari, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (10/12/2019) petang.

BNN Memusnahkan 82,6 Kg Sabu-sabu

Dalam penggerebekan yang langsung langsung Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, petugas mengamankan seorang tersangka narkoba. Petugas menyita sekitar 50 kilogram (Kg) sabu-sabu dan uang tunai lebih dari seratus juta rupiah.

"Tersangka bernama Zulkifli (45). Petugas kita sudah tiga hari melakukan pengintaian sebelum menggerebek rumah itu. Pengungkapan kasus ini setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat," ujar Arman Depari.

Arman mengatakan, barang bukti narkoba itu ditemukan dari dalam lemari dan sebuah koper. Untuk berat barang bukti narkoba maupun uang yang disita masih dihitung petugas. "Tersangka Zulkifli masih menjalani pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," sebut Arman Depari.

Istana Tidak Setujui Usulan Pembubaran BNN

Sementara itu, sejumlah masyarakat di kawasan Perwira Medan Tembung, mengaku tidak menyangka jika orang yang ditangkap BNN itu adalah Zulkifli. Sebab, profesi orang bersangkutan sehari-hari sebagai penarik becak.

"Zulkifli kemungkinan dinyatakan terlibat karena turut menyimpan barang terlarang itu. Dia mungkin hanya sebagai suruhan dari mafia narkoba. Kita tidak mengetahui bahwa rumah itu ternyata tempat penimbunan sabu - sabu," kata seorang warga setempat, Syahrial (45).

Syahrial mengatakan, tidak ada gelagat mencurigakan dari Zulkifli saat menarik becak. Bahkan, penampilan Zulkifli tidak banyak berubah jauh hari sebelum ditangkap. Setiap hari, Zulkifli justru masih membawa becaknya mencari calon penumpang.



Sumber: Suara Pembaruan