Pembangunan Bandara YIA Rampung 90%

Pembangunan Bandara YIA Rampung 90%
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. Penumpang memasuki area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin, 6 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Andreas Fitri Atmoko )
Fuska Sani Evani / LES Rabu, 11 Desember 2019 | 12:16 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, DIY telah mencapai 90%. Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, saat ini fokus pekerjaan meliputi penyelesaian pekerjaan interior terminal penumpang dan jalan layang menuju area keberangkatan lantai 3.

“Bandara akan beroperasi secara penuh pada Maret 2020 sehingga seluruh penerbangan domestik dan internasional dapat dialihkan dari Bandara Adisutjipto ke YIA,” kata Faik dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/12).

Saat ini, YIA telah melayani 13 rute untuk penerbangan domestik, yaitu Denpasar, Cengkareng, Halim Perdanakusumah, Banjarmasin, Palembang, Palangkaraya, Samarinda, Makassar, Medan, Tarakan, Balikpapan, Batam, dan Pontianak. Rute-rute tersebut dilayani oleh maskapai Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.

"Proses tersebut akan melibatkan banyak pemangku kepentingan, sehingga serentak atau tidaknya proses pemindahan penerbangan juga bergantung pada kesiapan masing-masing maskapai penerbangan," terang Faik.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamatkan Pemerintah RI kepada Angkasa Pura I, penyelesaian YIA mendesak mengingat Bandara Adisutjipto sudah dalam kondisi lack of capacity.

Dikatakan, setelah pembangunan tahap I selesai awal 2020, YIA akan memiliki terminal penumpang tiga lantai seluas 219.000 meter persegi berkapasitas 20 juta penumpang per tahun.

Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 3.250 x 45 meter dengan shoulder (bahu _runway) 15 meter di setiap sisi.
Spefisikasi runway ini mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. Adapun fasilitas Penyelamatan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA masuk ke dalam Kategori 8.

Sementara itu, bandara YIA ini dilengkapi dengan lima unit fixed bridge dan apron seluas 371.205 meter persegi yang berkapasitas 22 parking stand. Sedang luas terminal kargo YIA, mencapai 12.000 meter persegi dengan kapasitas 40.300 ton per tahun. Gedung parkir tiga lantai dengan luas area 137.280 meter persegi yang mampu menampung ribuan kendaraan juga menambah kelengkapan fasilitas di YIA.

Sedang di terminal penumpang, tersedia 12 konter check-in, dua X-ray, dua walk through metal detector (WTMD), 400 kursi tunggu, enam konter imigrasi, serta dua baggage conveyor.

Layanan pendukung bandara juga telah disiapkan, yakni berupa layanan navigasi penerbangan, layanan meteorologi, layanan pengisian bahan bakar pesawat udara, fasilitas kesehatan pelabuhan, karantina ikan, hewan, dan tumbuhan, dan dukungan transportasi pemadu moda (Damri, shuttle bus, kereta api, dan taksi).

Sedang fasilitas standar pelayanan bandara lainnya yang sudah tersedia yaitu signage, konter informasi, flight information display system, announcement, informasi transportasi lanjutan, pusat informasi pariwisata, serta staf pelayanan pelanggan (customer service) yang berasal dari warga lokal Kulon. Juga terdapat difable lounge, difable toilet, difable lift, difable drop zone, nursery room, kid zone, reading corner, serta 400 unit troli.

Sementara itu, Project Manager Pembangunan YIA PT AP I, Taochid Purnama Hadi mengatakan, YIA siap menyambut masa liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), juga akan membuka pos koordinasi (posko) di Bandara YIA untuk memperlancar pelayanan penumpang.

Sedang flyover atau jalan layang untuk konektivitas area keberangkatan penumpang di terminal sudah selesai dibangun dan tinggal pemasangan instalasi lampu.



Sumber: Suara Pembaruan