Jambi Siapkan 637 Angkutan Mudik Natal, Bus Tak Laik Jalan Dicabut Izinnya

Jambi Siapkan 637 Angkutan Mudik Natal, Bus Tak Laik Jalan Dicabut Izinnya
Angkutan dalam jaringan (daring). ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JEM Rabu, 11 Desember 2019 | 15:07 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi memperketat pengawasan pengoperasian bus angkutan mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Salah satu pengawasan tersebut dilakukan dengan pengujian kelaikan bus angkutan mudik. Baik kelaikan surat-surat kendaraan maupun uji kelaikan armada bus yang dioperasikan pengusaha angkutan penumpang.

“Kami akan memperketat pengoperasian busa mudik Natal dan Tahun Baru mencegah terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas maupun kerusakan armada bus angkutan mudik Natal dan Tahun Baru dalam perjalanan. Uji kelaikan armada bus angkutan mudik sudah kami lakukan melalui pemeriksaan surat-surat, mesin dan seluruh bagian bus angkutan mudik,”kata Kepala Bidang (Kabud) Perhubungan Darah Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Wing Gunariadi kepada SP di Jambi, Selasa (10/12/2019).

Wing Gunariadi mengatakan, uji kelaikan bus angkutan mudik Natal dan Tahun Baru di Jambi tidak hanya dilakukan terhadap bus miliki perusahaan bus angkutan penumpang yang berkantor pusat di Jambi. Uji kelaikan tersebut juga dilakukan terhadap bus angkutan penuimpang yang berkantor pusat di daerah lain tetapi memiliki kantor perwakilan di Jambi.

“Kami juga meminta seluruh pengusaha bus angkutan penumpang yang melayani arus mudi Natal dan Tahun Baru di Jambi tidak sampai mengoperasikan bus yang tidak laik jalan. Bila terbukti ada pengusaha yang mengoperasikan bus yang tak laik jalan pada saat mudik Natal dan Tahun Baru nanti, izinnya akan kami cabut,”tegasnya.

Menurut Wing Gunariadi, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi bus yang siap melayani arus mudik Natal dan Tahun Baru nanti di Provinsi Jambi mencapai 637 unit. Bus angkutan mudik tersebut terdiri dari bus antar kota antar provinsi (AKAP) sekitar 312 unit, bus antar kota dalam provinsi (AKDP) 265 unit, bus antar jemput antar provinsi (AJAP) 57 unit dan bus cadangan 13 unit.

“Selain itu masih banyak bus angkutan pelat hitam atau nonkomersial yang turut melayani arus mudik Natal dan Tahun Baru di Jambi. Karena itu kami perkirakan tidak aka nada kekurangan bus angkutan mudik Natal dan Tahun Baru di Jambi,”katanya.

Rawan Lakalantas

Wing Gunariadi lebih lanjut mengatakan, untuk menjamin kelancaran arus mudik Natal dan Tahun Baru di Jambi hingga Januari nanti, pihaknya melakukan pemetaan lokasi-lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas), banjir dan longsor. Peta lokasi rawan lakalantas, banjir dan longsor tersebut akan diberikan kepada seluruh perusahaan angkutan penumpang yang melayani arus mudik Natal dan Tahun Baru di Jambi.

“Kami sudah memetakan lokasi – lokasi rawan lakalantas, banjir dan longsor pada seluruh jalur utama mudik di Jambi. Jumlah lokasi rawan lakalantas, banjir dan longsor pada jalur mudik di Jambi tersebar di 22 lokasi. Baik itu di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera, maupun ruas jalan antar kabupaten -kota di Provinsi Jambi,”katanya.

Mengenai antisipasi gangguan angkutan barang pada jalur mudik Natal dan Tahun Baru di Jambi, khususnya gangguan truk batu bara, Wing Gunariadi mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Perhubungan.

“Kami belum bisa mengeluarkan surat edaran mengenai larangan pengoperasian truk batu bara dan truk angkutan barang lainnya selama arus mudik Natal dan Tahun Baru. Petunjuk Kementerian Perhubungan mengenai batas waktu larangan pengoperasian angkutan barang selama arus mudik Natal dan Tahun Baru belum kami terima,”katanya.

Sementara itu pantauan SP di beberapa loket bus di Kota Jambi, Selasa (10/12), kepadatan arus mudik belum terjadi. Lonjakan penumpang yang hendak berangkat dari Kota Jambi belum tampak di loket-loket bus AKAP dan AKDP di kota itu. Bus yang berangkat dari loket masing-masing di Jalan Pattimura, Kota Jambi belum ada yang dipadati penumpang.

“Belum ada lonjakan penumpang mudik Natal dan Tahun Baru di loket bus kami ini. Bus yang berangkat belum ada yang langsung penuh penumpang. Namun pemesanan tiket mudik Natal dan Tahun Baru tujuan Medan dan daerah lain di Sumatera Utara meningkat drastis. Pemesanan tiket mudik tujuan Medan hampir habis hingga 22 Desember 2019,”kata Yanti (35), petugas loket bus PO Rapi tujuan Medan.

 



Sumber: Suara Pembaruan