BNN Sebut Medan Sebagai Gudang Narkoba di Indonesia

BNN Sebut Medan Sebagai Gudang Narkoba di Indonesia
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari memaparkan pengungkapan kasus narkoba di Medan. (Foto: BeritaSatu Photo)
Arnold H Sianturi / YUD Rabu, 11 Desember 2019 | 21:17 WIB

Medan, Beritasatu.com - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan, mafia mulai mengubah pola pengangkutan dan penimbunan narkoba. Modus baru ini terungkap setelah BNN menangkap salah satu anggota sindikat narkoba jaringan internasional.

"Bila sebelumnya pengangkutan narkoba dalam jumlah besar menggunakan mobil pribadi, kasus yang diungkap di Medan, untuk membawa narkobanya menggunakan becak bermotor (Betor). Narkoba diletakkan di dalam keranjang pengemudi betor sehingga memimbulkan kesan baru pulang belanja dari pasar," ujar Arman Depari, Rabu (11/12/2019).

Modus lain mafia narkoba pun, sambung jenderal bintang dua ini, menyimpan narkoba di kawasan pemukiman yang dikenal dengan istilah rumah kampung. Mafia narkoba tidak lagi menyembunyikan narkoba di hotel berbintang, perumahan ekslusif maupun di dalam apartemen.

"Kota Medan merupakan salah satu pusat gudangnya narkoba. Narkoba dari kota ini diedarkan di Tanah Air. Kita minta pemerintah untuk bisa berbuat untuk generasi muda. Jangan hanya mengutamakan kepentingan pribadi, melakukan pungli dan korupsi. Generasi muda ini harus diselamatkan dari ancaman peredaran narkoba," katanya.

Menurutnya, sistem distribusi dan penjualan narkoba juga berubah. Untuk mengelabui petugas dan tidak terawasi, diedarkan secara ecer maupun dalam jumlah besar. Pelaku yang menyaru sebagai penarik becak juga menggunakan betor untuk mengantar barang terlarang tersebut.

"Modus jaringan ini sudah berjalan lama namun baru terungkap sekarang. Tetapi tentu saja mereka tidak selalu berhubungan satu dengan yang lain. Narkoba yang kita sita ini berasal dari pabrik narkoba yang sama, dan pernah diungkap sebelumnya. Secara laboratoris akan dilakukan pemeriksaan jika kandungannya identik dengan kandungan barang bukti yang pernah disita sebelumnya," sebutnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penimbunan sabu - sabu oleh jaringan internasional di Jalan Perwira/Pertiwi, Kelurahan Tirtosari, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (10/12/2019) sore.

Dalam penggerebekan yang langsung langsung Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, petugas mengamankan seorang tersangka narkoba. Petugas menyita sekitar 70 kilogram (Kg) sabu - sabu dan uang lebih dari seratus juta.

"Tersangka bernama Zulkifli (45). Petugas kita sudah tiga hari melakukan pengintaian sebelum menggerebek rumah itu. Pengungkapan kasus ini setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat," ujar Arman Depari.

Arman mengatakan, barang bukti narkoba itu ditemukan dari dalam lemari dan sebuah koper. Untuk berat barang bukti narkoba maupun uang yang disita masih dihitung petugas. Tersangka diboyong ke Markas BNN Sumut Jalan Williem Iskandar Medan. "Zulkifli masih menjalani pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan