KPK Periksa 6 Pejabat dan Eks Pejabat Garuda Indonesia
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Periksa 6 Pejabat dan Eks Pejabat Garuda Indonesia

Kamis, 12 Desember 2019 | 11:17 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pada hari ini, Kamis (12/12/2019) tim penyidik menjadwalkan memeriksa enam pejabat dan mantan pejabat PT Garuda Indonesia untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Hadinoto Soedigno.

Keenam pejabat dan mantan pejabat PT Garuda yang bakal diperiksa penyidik hari ini, yaitu Konsultan Aviasi Mandiri yang juga mantan VP Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia Batara Silaban; Senior Manager Engine Management PT Garuda Indonesia Azwar Anas; VP Enterprise Risk Management and Subsidiaries PT Garuda Indonesia Enny Kristiani; CEO PT ISS Indonesia yang juga mantan Direktur Layanan Strategi dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan.

Selain itu, terdapat nama Direktur Keuangan PT Delta Dunia Makmur yang juga mantan Komisaris PT Garuda Indonesia Eddy Porwanto Poo, dan mantan VP Aircraft Maintenance PT Garuda Indonesia Dodi Yasendri.

"Keenam saksi diperiksa untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Tak hanya pejabat dan mantan pejabat PT Garuda, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang ibu rumah tangga bernama Dessy Fadjriaty. Belum diketahui kaitan Dessy dalam kasus ini. Yang pasti, Dessy juga diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Hadinoto Soedigno.

"Yang bersangkutan juga diperiksa untuk tersangka HDS," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Hadinoto Soedigno sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015. Penetapan ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd Soetikno Soedarjo.

Hadinoto diduga bersama-sama Emirsyah menerima suap dari Soetikno terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia. Dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat, KPK mulanya menduga Emirsyah menerima suap sebesar Euro 1,2 juta dan USD 180.000 atau setara Rp 20 miliar dalam bentuk uang dan barang dari Soetikno terkait pengadaan mesin Roll-Royce untuk pesawat Airbus yang dipesan PT Garuda Indonesia sepanjang Emirsyah menjabat sebagai Direktur Utama.

Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK menemukan sejumlah fakta yang signifikan bahwa uang suap yang diberikan Seotikno kepada Emirsyah dan Hadinoto tidak hanya berasal dari perusahaan Rolls-Royce, tetapi juga berasal dari pihak pabrikan lain yang mendapatkan proyek di PT Garuda Indonesia.

Untuk program peremajaan pesawat, Emirsyah Satar melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008-2013 dengan nilai miliaran USD, yakni kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin atau Total Care Program dengan perusahaan Rolls Royce, kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR) dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Selain menjerat Hadinoto sebagai tersangka suap, dalam pengembangan kasus ini, KPK juga menetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap dan pencucian uang yang menjerat Emirsyah dan Soetikno. Keduanya bakal menjalani sidang perdana dalam waktu dekat. (F-5)



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dana Parpol Diusulkan Naik, KPK Minta Partai Tak Lagi Minta Uang ke Kader

KPK mengakui rekomendasi peningkatan dana bantuan tak menjamin persoalan korupsi di sektor politik bakal tuntas.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Buka Bazar Amal ke-52, Ibu Negara Apresiasi WIC

WIC yang berdiri pada tahun 1950 merupakan organisasi sosial nirlaba beranggotakan 40% warga negara asing, dan 60% warga negara Indonesia.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Khofifah Akui Pernah Pergi Umrah Bersama Mertua Penyuap Rommy

Roziki merupakan Ketua Timses Khofifah saat bertarung di Pilgub Jatim 2018.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Polisi Periksa Isi Handphone Istri Hakim Jamaluddin

Kasus pembunuhan terhadap Jamaluddin dilakukan pelaku dengan sangat rapi.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Ilham Oetama Marsis, Dokter Patriot yang Menepis Isu Pemecatan

Hingga kini, Prof.Dr.Ilham Oetema Marsis,Sp.OG(K), sang dokter patriot itu berupaya menepis tudingan pemecatan.

NASIONAL | 12 Desember 2019

PKB Dorong Kebijakan Serius untuk Meningkatkan Literasi

Hasil laporan PISA ini harus dijadikan cambuk untuk berbenah agar ke depan Indonesia bisa menjadi lebih baik.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Kapolda Kalbar Terima Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri

Penghargaan Bintang Bhayangkara Pratama diberikan karena dinilai sudah mengabdi tanpa cacat, dan menunjukkan keberhasilan melampaui tugas pokok.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Antara Kebebasan Pers dan Stabilitas Negara

Pemerintah akan turun tangan jika terjadi kekacauan, seperti yang terjadi di Jakarta dan Papua beberapa waktu lalu.

NASIONAL | 12 Desember 2019

AL Gore Puji Aksi Indonesia dalam Mencegah Dampak Perubahan Iklim

Al Gore mengaku senang dengan kebijakan yang diambil oleh Indonesia, seperti soal moratorium dan pembukaan kebun sawit baru, termasuk juga restorasi gambut.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Kabur, Dua Tahanan Narkoba Polres Malang Ditembak

Mereka kabur dari Rutan dengan memakai kain untuk memanjat plafon dan menggergaji teralis besi di bawah atap genting.

NASIONAL | 12 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS