Presiden: Tol Layang Jakarta-Cikampek II Kurangi Kemacetan 30%

Presiden: Tol Layang Jakarta-Cikampek II Kurangi Kemacetan 30%
Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated). ( Foto: Handout )
Thresa Sandra Desfika / Novy Lumanauw / FMB Kamis, 12 Desember 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated pada Kamis (12/12). Jalan tol sepanjang 38 kilometer (km) itu diharapkan mengurangi kemacetan sekitar 30% di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sudah ada.

Presiden menyampaikan, dengan hadirnya Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang bisa segera dioperasikan, permasalahan kemacetan yang dikeluhkan masyarakat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bisa diatasi.

Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Layang Japek dan Lepas Ekspor Isuzu

"Banyak keluhan yang masuk ke saya kalau sudah lewat Tol Jakarta-Cikampek. Macetnya bisa berjam-jam. Kita harapkan dengan selesainya Tol Jakarta-Cikampek II Elevated persoalan itu sudah tidak kita dengar lagi," ungkap Kepala Negara di sela acara peresmian Tol Jakarta-Cikampek II Elevated di Km 38.

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kita harapkan dengan dibukanya jalan tol ini betul-betul kemacetan yang setiap hari yang empat tahun ini kita rasakan sejak 2016 nanti bisa terkurangi dengan baik," kata Presiden.

Tol Layang Jakarta-Cikampek Dilengkapi Tilang Elektronik

Tol Jakarta-Cikampek Elevated II merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia. Ruas tol yang membentang sepanjang 36,4 kilometer, nilai investasinya mencapai Rp 16,3 triliun.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pembangunan jalan tol. Diakuinya, proses pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated sangat rumit. Hal itu disebabkan pembangunan proyek ini dilakukan di atas Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang tetap dibuka dan sambil melayani lalu lintas 200.000 kendaraan setiap hari. Selain itu, pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dilakukan bersamaan dengan pengerjaan konstruksi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Saya apresiasi dengan selesainya pembangunan jalan tol ini karena prosesnya sangat rumit. Jalan yang ada tetap harus dibuka dan ada pembangunan LRT juga ada kereta cepat sehingga bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan karena berada di tengah lalu lintas yang padat," terang Presiden Jokowi.

Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated berada tepat di sebagian ruas tol Jakarta-Cikampek, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).

Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh terutama golongan I dan II menggunakan Jakarta-Cikampek II Elevated. Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga.

Proyek pembangunan Jakarta-Cikampek II Elevated dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk (Kerja Sama Operasi) dengan biaya konstruksi sebesar Rp 11,69 triliun. Jalan tol ini memiliki sembilan zona konstruksi yakni, Zona I Cikunir – Bekasi Barat sepanjang 2,94 km, Zona II Bekasi Barat – Bekasi Timur sepanjang 3,42 km, Zona III Bekasi Timur – Tambun sepanjang 4,40 km, Zona IV Tambun – Cibitung sepanjang 3,30 km, Zona V Cibitung – Cikarang Utama sepanjang 4,66 km, Zona VI Cikarang Utama – Cikarang Barat sepanjang 1,96 km, Zona VII Cikarang Barat – Cibatu sepanjang 3,11 km, Zona VIII Cibatu – Cikarang Timur sepanjang 3,00 km, dan Zona IX Cikarang Timur – Karawang Barat sepanjang 9,58 km.



Sumber: BeritaSatu.com