Ganjar Cek DAS Bengawan Solo Tak Lagi Hitam

Ganjar Cek DAS  Bengawan Solo Tak Lagi Hitam
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek langsung kondisi aliran sungai Bengawan Solo di Kracakan Ngloram, Blora, Kamis, 12 Desember 2019. Aliran sungai terpanjang yang melintasi Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur itu diduga sudah tercemar berbagai bahan berbahaya bagi kehidupan manusia. ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / JEM Kamis, 12 Desember 2019 | 16:54 WIB

Blora, Beritasatu.com - Pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo mulai teratasi sedikit demi sedikit. Bahkan untuk aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Ngloram Blora yang sempat viral karena airnya menghitam, kini sudah terlihat jernih.

Pada Kamis (12/12/2019) siang, Ganjar singgah dan mengecek langsung aliran sungai Bengawan Solo di Kracakan Ngloram Blora. Dibantu warga sekitar, Ganjar turun dari bantaran ke tengah-tengah sungai dan mendekati grojogan air yang sempat viral karena berwarna hitam.

"Sudah sepuluh hari ini (airnya) baik, Pak. Ikannya sudah melompat-lompat. Makanya saya dan temen-temen berani mancing," kata Haryanto (35), warga Kracakan.

Kepada Ganjar, Haryanto menjelaskan bagaimana kondisi dan kualitas air sungai Bengawan Solo pada bulan lalu. Haryanto berharap hal tersebut tidak akan terulang di tahun-tahun mendatang.

"Bulan lalu hitam Pak, seperti kopi. Baunya saja seperti bangkai. Kalau Pak Gubernur kan bisa mengatasi," katanya.

Sudah membaiknya kualitas air Sungai Bengawan Solo tersebut tidak terlepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mempertemukan berbagai pihak. Termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai terpanjang di pulau Jawa itu.

"Sehingga hari ini lumayan lebih baik. Mudah-mudahan ada efek dari pertemuan ketika semua berkumpul di provinsi," kata Ganjar.

Ganjar juga menjelaskan beberapa waktu lalu pihaknya juga menemukan indikasi pembuangan limbah menggunakan truck. Namun terlepas dari hal tersebut, Ganjar mengatakan kondisi secara keseluruhan, di Blora khususnya sudah membaik.

"Kondisinya tadi relatif lebih baik. Ikan-ikan sudah keluar. Cuma ketika dikonsumsi perlu proses di PDAM dan hasiknya belum terlalu bagus," kata Ganjar.

Untuk mengatasi hal tersebut Ganjar mengajukan dua langkah antisipatif. Pertama, menerima air tersebut karena merupakan kebutuhan dasar. Kedua Pemerintah Daerah mesti mendorong bagaimana menjernihkan air. Apakah menggunakan kapur atau arang.

Setelah mengecek di sungai Bengawan Solo itu, Ganjar lantas berkunjung ke kantor PDAM Tirta Amerta wilayah Cepu. Ganjar mengecek proses pengolahan air sampai bisa didistribusikan. Selain itu Ganjar juga langsung mengecek suplai air di tingkat pelanggan. Buntoro, salah satunya. Dia menjelaskan kepada orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut meski sudah mengalir namun airnya keruh. Meskipun tidak sehitam beberapa Minggu lalu.

"Sekarang keruh. Ini masih mendingan dari pada satu atau dua Minggu lalu yang tidak mengalir karena katanya terkena limbah. Ya airnya seperti itu. Semoga saja diperbaiki," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan