Bandara Ngloram Siap Beroperasi

Bandara Ngloram Siap Beroperasi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (ketiga kanan), saat meninjau pembangunan landasan pacu Bandara Ngloram, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis, 12 Desember 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / JAS Jumat, 13 Desember 2019 | 13:12 WIB

Cepu, Beritasatu.com - Bandara Ngloram Blora siap beroperasi. Bandara yang sudah ada sejak tahun 1980 itu, dibangun untuk mendukung proyek-proyek pertambangan minyak dan gas (migas) di Blora dan sekitarnya yang mulai berkembang.

Pertama kali yang mendarat adalah Presiden Soeharto. Namun empat tahun setelah itu, bandara tidak lagi beroperasi. Hingga akhirnya Pemerintah memutuskan untuk membangun ulang bandara tersebut pada pertengahan 2018 silam.

"Ini akan jadi kebanggaan warga Blora. Jika kemarin-kemarin hanya untuk mainan anak-anak dan angon ternak, insyaallah akhir tahun ini ada pesawat yang mendarat," kata Bupati Blora, Djoko Nugroho saat mendampingi Ganjar Pranowo mengecek pengerjaan landasan pacu Bandara Ngloram Blora, Kamis (12/12/2019).

Saat ini proses pembangunan Bandara Ngloram hampir merampungkan pengerjaan runway atau landasan pacu. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akhir tahun akan melakukan uji coba pendaratan pesawat yang pertama.

"Pengerjaan runway akan selesai pada 24 Desember mendatang. Kalau selesai akan kita uji coba," kata Ganjar.

Pada tahap awal ini, landasan pacu Bandara Ngloram yang dibangun sepanjang 1,2 km, dari panjang sebelumnya yang hanya sepanjang 900 meter. Untuk selanjutnya runway bakal diperpanjang hingga 2,6 km.

"Progresnya tanpa banyak bicara, insyaallah bandara jadi. Blora akan punya bandara dan kawan-kawan di Bojonegoro, nanti kita pakai bersama-sama," katanya.

Begitu pengerjaan lndasan pacu selesai, pada Januari tahun depan mulai dilakukan penggarapan terminal sehingga, lanjut Ganjar, akhir tahun diharapkan bisa beroperasi. Dengan demikian akses peningkatan perekonomian masyarakat Blora dan sekitarnya akan terdongkrak. Terlebih, kata Ganjar, bandara tersebut sangat dekat dengan stasiun.

"Kalau kerja samanya kompak begini, perekonomiannya terbuka, pariwisatanya terbuka dan masyarakatnya juga akan terbuka. Apalagi bandara ini dari Stasiun Kapuan hanya 300 meter. Dekat sekali. Maka transportasi kereta dan bandara terintegrasi," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan